Glenn Fredly Bersyukur "Adu Rayu" Tuai Respons Positif

Kompas.com - 01/04/2019, 17:08 WIB
Penyanyi Glenn Fredly saat ditemui dalam sebuah diskusi di Cilandak Town Square, Jakarta Selatan, Senin (1/4/2019). KOMPAS.com/ANDIKA ADITIAPenyanyi Glenn Fredly saat ditemui dalam sebuah diskusi di Cilandak Town Square, Jakarta Selatan, Senin (1/4/2019).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyanyi Glenn Fredly bersyukur singel kolaborasinya dengan Yovie Widianto dan Tulus berjudul "Adu Rayu" mendapat respons positif dari para penikmat musik Tanah Air.

Respons positif itu terpampang melalui komentar penonton klip video singel "Adu Rayu" di kanal YouTube milik Yovie yang dirilis pekan lalu.

"Saya bersyukur, puji Tuhan, teman-teman yang menikmati, kan ini kolaborasi dari Tulus, Mas Yovie. Dari awal saat Mas Yovie menawari kolaborasi ini saya langsung tertarik," ucap Glenn saat ditemui dalam sebuah diskusi di Cilandak Town Square, Jakarta Selatan, Senin (1/4/2019).

Baca juga: Glenn Fredly Ungkap Cara Melupakan Masa Lalu

Sejak awal, Glenn mengatakan bahwa dia bersama Yovie dan Tulus telah memiliki keyakinan yang tinggi terhadap hasil dari kolaborasi tersebut.

Hal itu pula yang membuat mereka menjadi lebih lepas saat menciptakan singel tersebut.

"Justru karena kami punya semangat yang sama, jadi enggak ada yang terasa sulit, dan selalu saya bilang sama Tulus itu energi selalu yang utama, nyawa penting dalam berkarya," ucap Glenn.

Menurut Glenn, saat proses berkreasi, mereka membuang jauh-jauh ego sebagai seorang musisi yang cukup ternama untuk saling bekerja sama agar singel yang tercipta bisa dibuat maksimal.

"Mas Yovie bagian musiknya, Tulus bagian liriknya, saya sendiri bagian aransemen vokalnya," ungkap Glenn.

Baca juga: Glenn Fredly: Sendirian Bukan Berarti Kesepian

Pelantun "Akhir Cerita Cinta" ini menambahkan, hal terpenting dalam sebuah kolaborasi adalah semangat yang sama untuk menghasilkan sebuah karya yang bisa diterima oleh banyak orang dan awet di telinga pendengar.

"Pembagian tugasnya begitu, itu yang buat kolaborasi menjadi menarik, saya bilang bukan hanya lagi membuat karya tapi mengukir sejarah bareng-bareng," ujar Glenn.

Singel ini sendiri bercerita tentang dua laki-laki yang berusaha meyakinkan hati wanita pujaan untuk memilih salah satu dari mereka.

Sedangkan video klip singel ini terlihat apik dengan alur cerita yang menarik dimana video klip dibuat layaknya sebuah mini serial dengan menampilkan Chicco Jerikho, Velove Vexia, dan Nicholas Saputra sebagai modelnya.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X