Daniel Mananta Bangun Rumah Layak Huni untuk Keluarga Tak Mampu

Kompas.com - 12/04/2019, 22:01 WIB
Presenter Daniel Mananta saat ditemui di kawasan Gandaria, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (12/4/2019). KOMPAS.com/ANDIKA ADITIAPresenter Daniel Mananta saat ditemui di kawasan Gandaria, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (12/4/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Presenter Daniel Mananta menunjukkan kepeduliannya dengan terlibat dalam sebuah organisasi sosial.

Kegiatan organisasi tersebut berupa membantu keluarga kurang mampu, agar bisa memiliki rumah layak huni yang nyaman untuk ditempati.

Kata Daniel, lokasi yang dipilih untuk merealisasikan tujuan mulia itu berada di sebuah wilayah di Kabupaten Tangerang, Banten.

"Jadi ada satu kampung di Mauk, dimana isinya adalah nelayan dan kebanyakan dari mereka itu tinggal di rumah yang kurang layak, dalam arti tanahnya masih tanah liat, habis itu tembok masih dari bambu, atap masih dari jerami," ucap Daniel saat ditemui dalam jumpa pers di kawasan Gandaria, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (12/4/2019).

Baca juga: Daniel Mananta Geregetan Makanan Indonesia Kalah Populer

"Saya tergerak banget kerja sama sama organisasi Habitat for Humanity untuk memberikan rumah layak. Satu rumah itu 30 juta, tapi bisa mengubah hidup satu keluarga," ucap Daniel.

Daniel yang sudah bergabung sejak dua tahun lalu mengatakan, bahwa sejauh ini ia dan rekan-rekannya telah merenovasi empat rumah milik warga di daerah tersebut menjadi sebuah hunian yang layak.

Terpenting, kata Daniel, apa yang ia berikan tak hanya membuat beberapa keluarga memiliki tempat tinggal yang nyaman, tapi juga meningkatkan harapan hidup keluarga tersebut.

"Yang kelihatan berubah banget sebenarnya tuh anaknya, yang tadinya mikir cita-citanya seperti ayah atau ibunya, tapi setelah tinggal di rumah yang layak mereka punya cita-cita lebih berani 'wah mungkin saya bisa lulus sekolah, lulus SMA,' cita-cita yang lebih tinggi lagi dari sebelumnya. Mental mereka juga berubah," ungkap pria berusia 37 tahun ini.

Meski demikian, Daniel mengaku belum merasa puas dengan hal tersebut. Ia masih ingin berusaha membantu lebih banyak lagi orang yang membutuhkan.

"Sebenarnya saya belum puas karena baru empat keluarga, saya merasa masih banyak banget yang bisa saya lakukan," ucapnya.

"Aduh jujur ya, pertama kali lihat video yang kita buat melihat perubahan anaknya, saya pengin menangis melihatnya, 'wow saya cukup beruntung bisa bantu keluarga ini," sambungnya.

Baca juga: Tak Ingin Mati Muda, Daniel Mananta Rajin Olahraga

 



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X