Ruri Repvblik: Saya Tak Suka Ngebut karena Tahu Risikonya

Kompas.com - 18/04/2019, 16:32 WIB
Ruri Repvblik bersama Diaz Hendropriyono Dokumentasi PribadiRuri Repvblik bersama Diaz Hendropriyono

JAKARTA, KOMPAS.com - Vokalis band Ruri Repvblik bersama founder #DengarYangMuda yang juga Staf Khusus Presiden RI Diaz Hendropriyono dan 300 bikers dari berbagai komunitas motor gede Indonesia, mengelar #RoadSafetyForBikeLovers.

Tingginya tingkat kecelakaan di jalan raya, membuat Ruri tergerak ikut mengampanyekan kembali akan pentingnya keselamatan dan keamanan berkendara kepada milenial.

Ruri menilai sosialisasi safety riding yang dibuka dengan Sunday morning ride (Sunmori) sekaligus mengajak pengguna jalan tertib dalam berkendara sangatlah penting dan berguna.

Sebagai pengguna motor, Ruri mengaku sudah melakukan safety riding ketika mulai berkendara menggunakan motor matic kesayangannya. Hal itu sudah diterapkan sejak ia 17 tahun saat mulai memiliki SIM C.

Baca juga: Ibnu Jamil Sebut Hobinya pada Motor Trail Bukan untuk Pelarian

"Tapi sayang ya, masih saja banyak yang belum sadar berkendara dengan baik seperti tak pakai helm, masih suka kebut-kebutan asal, dan lainnya," kata pria bernama lengkap Ruri Herdian dalam siaran pers yang diterima Kompas.com Kamis (18/4/2019).

Ruri juga sadar akan pentingnya menjaga kecepatan saat berkendara. Kata dia, membawa kendaraan terlalu ngebut memiliki risiko.

"Saya memang tak suka ngebut karena tahu risikonya, apalagi keluarga menunggu di rumah. Tapi di Bogor juga sulit ngebut, karena banyak macet," ungkapnya.

Sementara Diaz Hendropriyono menyampaikan bahwa pemerintah berharap para bikers dapat turut menjadi agen perubahan dalam konteks membangun budaya berkendara yang menjunjung tinggi keselamatan.

Menurut data, kecelakaan di jalan raya per tahun mencapai 100.000 lebih dan pengguna motor mencapai 70 persennya yang rata-rata dikendarai kalangan anak muda. Per hari terjadi 73 kecelakaan dengan 3-4 orang per jam.

Dengan demikian, saat ini kecelakaan menjadi bencana dan harus bisa dicegah dengan memberikan informasi yang tepat sasaran bagi milenial agar lebih tertib di jalan dan berlalu lintas.

"Tentu kita sangat peduli karena kecelakaan ini menjadi ancaman khususnya milenial sebagai tulang punggung masa depan Indonesia. Jangan biarkan mereka jadi korban lalu lintas kendaraan bermotor karena minimnya informasi yang didapat," ungkap Diaz.

"Contohnya saja saat di lampu merah. Kita harus mampu bisa menunggu dan tertib, jangan main asal terobos dan jalan saja. Mari contoh tertib lalu lintas seperti di luar negeri yang sudah sadar akan road safety," tutupnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X