Tiga Serdadu Tua Pun Tetap Berkarya

Kompas.com - 21/04/2019, 16:46 WIB
Tiga Serdadu Tua berpameran seni rupa Dok Bentara Budaya YogyakartaTiga Serdadu Tua berpameran seni rupa
Penulis Ati Kamil
|
Editor Ati Kamil

JAKARTA, KOMPAS.com -- Pensiun dari tempat bekerja formal dalam usia tak lagi muda bukan berarti lesu apalagi berhenti berkarya.

Seperti itulah tiga sosok yang bergabung dengan nama Tiga Serdadu Tua, yang sudah menyelesaikan masa bakti mereka di Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Seni dan Budaya, Yogyakarta.

Mereka adalah A Agung Suryahadi (Bali,1954), lulusan Strata I/S1 Seni Lukis STSRI/ISI Yogyakarta (1981) dan S3 Universitas Gajah Mada dalam bidang studi seni dan kultural (2007); I Wayan Sukadana (Bali, 1960), lulusan Strata I/S1 Desain Kriya STSRI/ISI Yogyakarta (1987); dan Abdul Gofal (Pasuruan, Jatim, 1955), Strata I/S1 Desain Kriya STSRI/ISI Yogyakarta (1981).

Mereka berpameran seni rupa di Bentara Budaya Yogyakarta, pada Selasa, 23 April 2019, mulai pukul 19.30 WIB. Tiga Serdadu Tua: Bangkit, Ekspresi dalam Nuansa Tradisi, itu judul pameran mereka.

Baca juga: Nantikan Pengumuman Pemenang Triennial Seni Grafis VI Bentara Budaya

Pihak Bentara Budaya Yogyakarta menerangkan bahwa mereka akan menampilkan karya-karya seni rupa dengan wujud seni lukis dan seni kriya, baik yang bersifat murni maupun yang bersifat fungsional.

Melalui karya-karya tersebut terlihat mereka mengeksplorasi nilai-nilai seni tradisional Nusantara dan universal yang diungkapkan menjadi seni yang memiliki nilai zaman sekarang.

Baca juga: Banyak Film dalam Agenda Bentara Budaya Minggu Terakhir April 2019

Disebut, A Agung Suryahadi melakukan transformasi dari sumber tradisi ke langgam seni lukis masa kini. Ia mengambil nilai fisik dan nilai spiritualnya.

I Wayan Sukadana mengangkat tema mitologi yang berkait dengan kehidupan masyarakat Bali. Bahan untuk karya seni kriya murninya adalah dari tempurung yang diolah.  

Ia juga  menerapkan hasil eksperimen membuat tekstur dengan media cat air dicampur busa untuk melukis. Tekstur tersebut sangat unik, dipengaruhi oleh kondisi busa yang digunakan.  

Sementara itu, Abdul Gofal mendobrak desain dan keteknikan seni kriya tradisional.

Ia tidak menggunakan alat konvensional saja, tetapi juga mesin dalam mengolah kayu dan logam untuk membuat karya, baik yang bersifat fungsional maupun murni.

Bentuk-bentuknya pun dikembangkan dari bentuk tradisional, topeng contohnya, menjadi karya kriya baru.

Baca juga: Kartun Ber(b)isik Dihadirkan di Bentara Budaya Bali

Selain berpameran, Tiga Serdadu Tua juga membagi ilmu dan pengetahuan mereka untuk generasi muda dengan membuat workshop untuk murid-murid SD dan sekolah menengah selama pameran itu.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Budaya
Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Budaya
Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Seleb
Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Musik
Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

BrandzView
Profil Han Suk Kyu, Pemeran Teacher Kim di Drama Dr Romantic 2

Profil Han Suk Kyu, Pemeran Teacher Kim di Drama Dr Romantic 2

Seleb
Profil Lee Sung Kyung, Pemeran Cha Eun Jae di Drama Dr Romantic 2

Profil Lee Sung Kyung, Pemeran Cha Eun Jae di Drama Dr Romantic 2

Seleb
Profil Erwin Gutawa, Komponis Ternama Mantan Artis Cilik

Profil Erwin Gutawa, Komponis Ternama Mantan Artis Cilik

Seleb
komentar di artikel lainnya
Close Ads X