Pidi Baiq Bawa Koboy Kampus ke Layar Lebar

Kompas.com - 19/06/2019, 18:57 WIB
Penulis buku sekaligus sutradara film Dilan 1991 Pidi Baiq saat diwawancarai di Bandung, Kamis (21/2/2019). KOMPAS.com/RENI SUSANTIPenulis buku sekaligus sutradara film Dilan 1991 Pidi Baiq saat diwawancarai di Bandung, Kamis (21/2/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam trilogi Dilan, Pidi Baiq berhasil menggambarkan kisah cinta Dilan dan Milea di era 90-an. Sukses dengan cerita Dilan, kini Pidi Baiq kembali hadir dengan cerita Koboy Kampus.

Film Koboy Kampus menceritakan kehidupan mahasiswa di era awal reformasi berlangsung, sekitar tahun 1998. Saat itu, kehidupan mahasiswa memang disorot, terkait aksi demonstrasi. Namun dalam film Koboy Kampus, Pidi tidak menceritakan tentang hal tersebut.

Ia lebih tertarik menggambarkan kehidupan Koboy Kampus yang kemudian membentuk negara fiktif bernama The Panas Dalam.

Istilah " koboy kampus" menjadi tren saat itu di lingkungan Institut Teknologi Bandung (ITB), setelah The Panas Dalam menyanyikan lagu dengan judul yang sama.

Baca juga: Pidi Baiq Ayah Dilan Disebut Ikut Kesal Gara-gara Dilon 2019

"Kisah Koboy Kampus adalah kisah beberapa kawan saya yang di DO (drop out) karena lebih banyak ngoboy-nya daripada melaksanakan kuliah," ujar Pidi Baiq dalam siaran pers Rabu (19/6/2019).

"Istilah Koboy Kampus muncul di lingkungan ITB setelah adanya lagu Koboy Kampus yang dibawakan oleh The Panas Dalam," sambung Pidi Baiq bercerita.

Mahasiswa yang tergabung di koboy kampus, kerap menjalani kehidupan tanpa aturan. Mulai dari jarang pulang ke rumah, hingga sering berbicara politik di dalam kampus.

Tidak terlalu sulit bagi Pidi Baiq menggambarkan kehidupan para koboy kampus lantaran ia mengaku hidup di lingkungan mereka.

Baca juga: Pidi Baiq Percayakan Kau Ada pada Hanin Dhiya

"Kebanyakan mahasiswa yang menyandang koboy kampus adalah penduduk The Panas Dalam yang pada tahun 1995 didirikan sebagai negara," imbuh Pidi Lagi.

Negara fiktif The Panas Dalam memang terbentuk akibat ketidakpuasan mahasiswa dengan kehidupan sosial dan pemerintah saat itu. Pidi menuturkan, negara fiktif tersebut banyak diminati mahasiswa kala itu untuk bergabung.

"Sebanyak 95 persen penduduk The Panas Dalam adalah koboy kampus, lima persennya lagi penduduk enggak jelas," ujar Pidi sambil tersenyum.

Film Koboy Kampus karya terbaru Pidi Baiq yang diproduksi 69 Production bersama MNC Pictures dijadwalkan tayang di bioskop Tanah Air pada 25 Juli 2019.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X