7 Lagu Galau Didi Kempot yang Menyayat Hati

Kompas.com - 15/07/2019, 16:57 WIB
Penyanyi campur sari legendaris, Didi Kempot membawakan lagu Tanjung Emas Ninggal Janji pada perayaan HUT ke 50 Kompas Gramedia pada acara Banjir Kanal Barat (BKB) Festival 2013 di area Bendungan Pleret BKB, Simongan, Kota Semarang, Jateng, Sabtu (7/9/2013) malam. Tribun Jateng/Wahyu SulistiyawanPenyanyi campur sari legendaris, Didi Kempot membawakan lagu Tanjung Emas Ninggal Janji pada perayaan HUT ke 50 Kompas Gramedia pada acara Banjir Kanal Barat (BKB) Festival 2013 di area Bendungan Pleret BKB, Simongan, Kota Semarang, Jateng, Sabtu (7/9/2013) malam.


3. Sewu Kuto

Sewu Kuto alias seribu kota. Lagu yang begitu populer ini mengisahkan tentang seseorang yang mencari kekasihnya yang pergi.

Ia rindu hingga mencari sang kekasih keseribu kota. Namun, sang kekasih tidak pernah ada kabar.


4. Pamer Bojo

Pamer Bojo bisa dibilang memiliki lirik yang begitu menyesakan hati. Lirik ini mengisahkan tentang kerinduan seseorang terhadap pasangannya yang terpisahkan oleh jarak.

Namun, saat ia bertemu dengan pasangannya, ternyata, pasangannya telah memiliki kekasih yang baru.

Pamer Bojo merupakan lagu yang ada di dalam album Kasmaran dan dirilis pada 2016 lalu.

5. Pantai Klayar

Saat mendengar Pantai Klayar, akan identik dengan keindahan kawasan pesisir di daerah Pacitan, Jawa Timur.

Namun, bagi penyuka musik campursari, Pantai Klayar adalah sebuah lagu galau yang memiliki arti menanggung rindu.

Seorang hanya bisa menerima janji dari pasangan, tanpa sang kekasih bisa menetapi janjinya. Malahan, pasangannya meninggalkan dan telah memiliki kekasih yang baru.


6. Stasiun Balapan

Stasiun Balapan di Kota Solo, Jawa Tengah, menjadi objek dari lagu karya Didi Kempot berjudul sama.

Di stasiun tersebut, seseorang melepas kekasihnya di Stasiun Balapan. Namun, hingga berwaktu-waktu lamanya sang kekasih tidak ada kabar dan menghilang begitu saja.

Penyanyi campursari Didi Kempot saat diabadikan di Aljazeerah Resto & Lounge, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (24/5/2017).WARTA KOTA/Nur Ichsan Penyanyi campursari Didi Kempot saat diabadikan di Aljazeerah Resto & Lounge, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (24/5/2017).


7. Dalan Anyar

Dalan Anyar mengisahkan tentang perselingkuhan. Seorang harus merasakan pahitnya bahwa pasangannya berselingkuh di depan matanya.

Uniknya di lirik itu dijelaskan, seorang tersebut melihat pasangan berselingkuh di kawasan Terminal Kertonegoro, Ngawi, Jawa Timur.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X