Adik Steve Emmanuel: Banyak Pengguna Narkoba Harusnya Direhabilitasi Malah Dipenjara

Kompas.com - 18/07/2019, 15:47 WIB
Model Karenina Sunny yang merupakan adik kandung Steve Emmanuel saat ditemui di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, Kamis (18/7/2019). KOMPAS.com/ANDIKA ADITIAModel Karenina Sunny yang merupakan adik kandung Steve Emmanuel saat ditemui di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, Kamis (18/7/2019).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Adik kandung Steve Emmanuel, Karenina Sunny memprotes vonis sembilan tahun penjara dan denda sebesar Rp 1 miliar yang dijatuhkan pada Steve.

Menurut Karenina, Steve harusnya direhabilitasi sesuai permohonan pihaknya, bukan malah dipenjara seperti saat ini.

Penyandang gelar Miss Indonesia 2009 ini juga merasa heran kenapa banyak pengguna narkoba, selain Steve, juga justru dijebloskan ke penjara bukannya menjalani program pemulihan alias rehabilitasi.

"Soal kejadian ini saya juga banyak pelajari soal kasus narkoba dan ternyata banyak kasus narkoba yang orangnya (pengguna) malah divonisnya penjara, yang seharusnya mereka dapat rehabilitasi," ucap Karenina saat ditemui di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, Kamis (18/7/2019).

Baca juga: Keluarga Steve Emmanuel Tak Mampu Bayar Denda Rp 1 Miliar

"Kan pecandu narkoba butuh fasilitas untuk dia menyembuhkan ketergantungannya, untuk sembuhkan itu, kalau penjara kan bukan tempatnya," ujar Karenina.

Salah satu indikasi yang dilihat oleh Karenina adalah dengan banyaknya rutan yang menampung narapidana dengan kasus sebagai pengguna narkoba.

"Sekarang bukan hanya Rutan Salemba tapi semua rutan itu over capacity itu baru dari kasus narkoba itu saja. Enggak masuk akal kenapa tempat rehabilitasi sedikit orangnya, enggak mungkin bandar lebih banyak dari pemakai, banyak pemakai yang disebut bandar masuk penjara yang harusnya mereka direhabilitasi," tutur Karenina.

Protes ini, kata Karenina, bukan hanya ia lontarkan karena semata-mata pengalaman pahit yang dialami oleh kakaknya, tapi juga untuk semua orang yang mengalami demikian.

Baca juga: Cerita soal Steve Emmanuel, Karenina Sunny Menangis

"Penginnya saya bukan hanya untuk kakak saya tapi untuk semua WNI yang punya hak kalau penyalahgunaan narkoba tempatnya bukan penjara tapi tempat yang bisa bantu mereka rehabilitasi mereka, bantu sembuhkan mereka gitu," ucapnya.

"Kalau kita enggak fasilitasi secara mental, secara fisik, bagaimana mungkin mereka bisa terbebas dari ketergantungan narkotika," sambungnya.

Sementara, vonis Steve Emmanuel dijatuhkan setelah Steve terbukti melanggar pasal 112 ayat (2) Undang Undang RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Mantan suami Andi Soraya itu terbukti memiliki narkotika golongan I di atas lima gram.

Sebelumnya, Steve Emmanuel dituntut 13 tahun penjara dan denda sebesar Rp 1 miliar subsider enam bulan penjara oleh Jaksa Penuntut Umum.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X