Tanya Jawab Didi Kempot, dari Via Vallen atau Nella Kharisma hingga Wajib Bawa Balsem

Kompas.com - 22/07/2019, 16:55 WIB
Didi Kempot saat wawancara bersama Kompas.com, Kamis (18/7/2019). KOMPAS.com/ANGGARA W PRASETYADidi Kempot saat wawancara bersama Kompas.com, Kamis (18/7/2019).

KOMPAS.com – Penyanyi campur sari Didi Kempot menjawab sejumlah pertanyaan yang diajukan saat berbincang dengan Kompas.com, Kamis (18/7/2019).

Kira-kira, apa jawaban Didi Kempot saat ditanya pilih Nella Kharisma atau Via Vallen? Barang apa yang wajib dibawanya saat keliling manggung? Kapan terakhir kali potong rambut?

Simak jawaban Didi Kempot berikut ini!

Mirip Bruno Mars atau Michael Jackson?

Di media sosial, banyak yang menyebut Didi mirip dengan penyanyi legendaris King of Pop, Michael Jackson, dan Bruno Mars.

Salah satunya yang diunggah salah satu akun berikut ini:

Bahkan, pada 2011, di aplikasi terjemahan bahasa milik Google, jika memasukkan kata “Didi Kempot” dalam Bahasa Indonesia akan muncul “Michael Jackson” jika diubah dalam Bahasa Inggris.

Apa kata Didi?

“Enggak itu. Itu pintar yang ngedit ya. Bukan saya, yang ada Bruno Mars dan lain-lain itu disambung-sambungkan gitu, kok meh podo ya (kok hampir sama ya),” kata Didi, saat ditanya merasa mirip Jackson atau Bruno Mars.

“Padahal beda embah beda ibu ya, masak hampir mirip. Mungkin sama-sama penghuni Bumi, mungkin,” lanjut dia.

Kapan terakhir kali berambut pendek? 29 tahun lalu! 

Rambut gondrong dan blangkon khas pria Jawa seolah menjadi identitas yang lekat dengan sosok Didi Kempot.

Selama berkiprah di industri musik Indonesia, penampilannya seolah tidak mengalami perubahan berarti.

Benar saja, ketika ditanya kapan terakhir memiliki rambut pendek, ia menjawab sudah hidup dengan rambut panjang sejak tahun 1990.

“Belum pernah (potong pendek) semenjak setelah Stasiun Balapan itu, tapi sebelum itu aku pernah nyanyi Modal Dengkul itu pertama kali rambutku cepak, tahun 1990,” jawabnya.

Artinya, Didi Kempot terakhir tampil dengan rambut pendek 29 tahun yang lalu.

Hingga saat ini, ia mengaku tidak berencana untuk memangkas rambutnya. Alasannya, rambut gondrong dianggap membawa hoki.

Mbrodol dewe (rontok sendiri) enggak usah dipotong,” ujar Didi sambil memegang rambutnya.

Barang apa yang wajib dibawa?

Untuk urusan manggung ke luar kota atau bepergian jauh untuk urusan pekerjaan, ada satu barang yang selalu dibawa pelantun Tanjung Mas Ninggal Janji ini.

Barang itu adalah balsem! Kok bisa?

Didi mengaku, balsem selalu dibawanya karena jadi andalan saat "kerokan".

“Yang jelas kostum, sama ini untuk kerokan, sebangsa balsem gitu. Aku orangnya suka kerokan, tradisional banget,” ungkap Didi.

Untuk urusan kerokan, biasanya yang mereka anggota satu tim yang selalu mendampingi Didi saat pindah dari satu kota ke kota lain.

Alah sudah konco (teman). Kan bisa saling kerok-kerokan, gantian,” kata Didi.

Pilih Via Vallen atau Nella Kharisma?

Siapa yang lebih dipilih Didi Kempot, Via Vallen atau Nella Kharisma?

Apa jawaban Didi?

“Saya milih Via Vallen, karena dia walaupun di Jakarta masih mau nyanyi lagu Jawa,” kata dia.

Alasan lain, menurut Didi, Via Vallen merupakan sosok muda yang mampu membawakan lagu-lagu Jawa hingga bisa dinikmati oleh berbagai kalangan.

“Via Vallen sampai menjadi fenomena juga. Dia ikut di Asian Games, dipercaya orang banyak sampai Presiden ikut berjoget,” ujar Didi Kempot sambil menirukan gerakan tangan Jokowi saat Via Vallen tampil di Upacara Pembukaan Asian Games 2018 lalu.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X