5 Fakta Kimi Hime, YouTuber yang Dianggap Vulgar oleh Kemenkominfo

Kompas.com - 25/07/2019, 14:56 WIB
Youtuber Kimberly Khoe alias Kimi Hime. YouTube/Kimi HimeYoutuber Kimberly Khoe alias Kimi Hime.

Kemudian saat Kimi duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP), ia mulai mengenal beragam game online.

Saat itu, ia mulai bermain GunBound, Seal Online, hingga Ragnarog Online. Kebiasaan bermain game online ini berlangsung hingga ia beranjak dewasa.

Sebelum menjadi YouTuber, Kimi dan teman-teman lelakinya kerap beradu teknik memainkan Dota di warung internet (warnet).

Baca juga: Konten YouTube Dinilai Vulgar, Kimi Hime Buka Suara

Ternyata kemampuan gaming Kimi mampu membuat teman-teman sebayanya terkagum-kagum.

Hingga akhirnya, Kimi membuat akun YouTube pribadi bertemakan game online.

2. Youtuber dengan jutaan subscriber

Kimi rajin mengunggah video-video live-nya saat memainkan game online di akun YouTube-nya, Kimi Hime.

Hingga hari ini, Kamis (25/7/2019) pukul 13.30, akun YouTube Kimi sudah memiliki 2.261.562 subscribers.

Berdasarkan penelusuran Kompas.com, Kimi mulai membuat akun YouTube pada 23 Desember 2012.

Baca juga: Polemik Konten YouTube Kimi Hime yang Dinilai Vulgar

Kimi sudah mengunggah sebanyak 407 video.

Selain mengunggah seputar kegemarannya di dunia gaming, Kimi juga memiliki satu subkanal bernama Hime Vlog! di akun YouTube-nya.

Halaman:
Baca tentang


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X