Didi Kempot Ingin Berduet dengan Tulus

Kompas.com - 02/08/2019, 12:06 WIB
Penyanyi campursari, Didi Kempot saat cek sound sebelum acara program Rosi di Kompas TV di Menara Kompas, Jakarta, Kamis (1/8/2019). KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPenyanyi campursari, Didi Kempot saat cek sound sebelum acara program Rosi di Kompas TV di Menara Kompas, Jakarta, Kamis (1/8/2019).
|
Editor Kistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com - Selain dikenal sebagai penyanyi campursari, Didi Kempot juga dikenal karena beberapa kali melakukan kolaborasi dengan musisi lain.

Salah satu contohnya, Didi Kempot berkolaborasi dengan Deddy Dores lewat lagu "Untuk Apa Lagi" dan "Cintaku Tak Terbatas Waktu".

Penyanyi berusia 52 tahun ini juga pernah berkolaborasi dengan band asal Yogyakarta Endank Soekamti lewat lagu "Parangtritis".

Ketika ditanya adakah keinginan untuk berkolaborasi dengan musisi muda saat ini, Didi Kempot menjawab ingin berkolaborasi dengan Tulus.

"Ehm aku pernah duet sama Endank Soekamti saat booming-booming-nya dia. Kalau sekarang mungkin mau sama Tulus ya.." ucap Didi di Menara Kompas, Palmerah Selatan, Jakarta Selatan, Kamis (1/8/2019) malam.

Menurut Didi, Tulus yang dikenal dengan diksi tak biasa pada lirik lagu-lagunya memiliki penghayatan yang bagus saat bernyanyi.

"Dia nyanyinya, penjiwaannya luar biasa," ujar Didi dengan nada kagum.

Pada Kamis (1/8/2019), Didi Kempot menjadi bintang tamu di program Rosi, yang ditayangkan Kompas TV.

Pada kesempatan itu, Didi berbicara tentang julukan Godfather of Broken Heart yang diberikan kepadanya.

Didi Kempot juga tak mengetahui persis mengapa ia bisa dijuluki demikian. Ia merasa julukan itu merupakan luapan ekspresi dan kreativitas anak muda yang menggandrunginya.

"Itu pintar-pintarnya anak muda saja itu gelar Godfather of Broken Heart," ujar Didi menjawab pertanyaan Rosi.

Rosi pun penasaran.

Ia bertanya sejak kapan Didi mulai menyadari bahwa anak muda saat ini menggilai lagu-lagunya yang mayoritas berisi patah hati, air mata dan keresahan akan cinta.

Baca juga: Reaksi Didi Kempot Disandingkan dengan Bruno Mars

"Mulai kapan Mas Didi menyadarinya anak muda menggemari?" tanya Rosi.

"Waktu saya manggung di Solo saya lihat kok yang nonton beda kelihatannya," ucap Didi dengan wajah heran.

"Saya lihat anak-anak muda dengan muka akademis semua, kayaknya pintar-pintar mukanya," sambungnya.

Baca juga: Ketika Orang Korea Fasih Nyanyikan Lagu Didi Kempot

Sejak saat itu, Didi menyadari bahwa penggemarnya bukan lagi generasi lawas, melainkan para generasi Z bahkan milenial.

Kini, banyak ragam nama untuk penggemar Didi Kempot, mulai dari Sad Bois, Sad Gerls, Sobat Ambyar, dan Kempoters.

Bagi para penggemar, penyanyi kelahiran 31 Desember 1966 itu adalah Lord Didi.

Baca juga: 5 Fakta Menarik Didi Kempot, The Godfather of Brokenheart

 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Budaya
Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Budaya
Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Seleb
Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Musik
Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

BrandzView
Profil Han Suk Kyu, Pemeran Teacher Kim di Drama Dr Romantic 2

Profil Han Suk Kyu, Pemeran Teacher Kim di Drama Dr Romantic 2

Seleb
Profil Lee Sung Kyung, Pemeran Cha Eun Jae di Drama Dr Romantic 2

Profil Lee Sung Kyung, Pemeran Cha Eun Jae di Drama Dr Romantic 2

Seleb
Profil Erwin Gutawa, Komponis Ternama Mantan Artis Cilik

Profil Erwin Gutawa, Komponis Ternama Mantan Artis Cilik

Seleb
Profil Dul Jaelani, Musisi Muda Penerus Ahmad Dhani

Profil Dul Jaelani, Musisi Muda Penerus Ahmad Dhani

Seleb
komentar di artikel lainnya
Close Ads X