Indro: Warkop DKI Reborn Gaungkan Perdamaian

Kompas.com - 26/08/2019, 20:16 WIB
Randy Danista, Adipati Dolken, Aliando Syarief, Indro Warkop dan Edo Kondologit bicara tentang Papua di Studio Karnos Film, Cibubur, Depok, Jawa Barat, Senin (26/8/2019). KOMPAS.com/IRA GITARandy Danista, Adipati Dolken, Aliando Syarief, Indro Warkop dan Edo Kondologit bicara tentang Papua di Studio Karnos Film, Cibubur, Depok, Jawa Barat, Senin (26/8/2019).

DEPOK, KOMPAS.com - Komedian Indro Warkop mengatakan, dia dan para pemain Warkop DKI Reborn, yakni Adipati Dolken, Aliando Syarief, Randy Danista ingin menggaungkan perdamaian di tengah kondisi yang terjadi di Papua.

"Bukan duta perdamaian, tapi keinginan menggaungkan perdamaian itu," kata Indro Warkop saat berbincang dari hati ke hati tentang Papua bersama penyanyi Edo Kondologit di Studio Karnos Film, Cibubur, Depok, Jawa Barat, Senin (26/8/2019).

Indro juga mengungkapkan bahwa hatinya perih atas terjadinya kerusuhan baru-baru ini. Menurut dia, tidak adanya komunikasi menjadi penyebab peristiwa yang terjadi di Papua.

"Saya mau ucapkan keprihatinan atas apa yang terjadi kepada saudara kita di Papua. Hanya karena provokasi dari satu dua orang, kita jadi mengalami kemunduran. Tidak ada komunikasi lagi di situ," ucapnya.

Baca juga: Trio Abimana-Vino-Tora dan Aliando-Adipati-Randy dalam Kacamata Indro Warkop

Senada dengan Indro, Adipati menambahkan, komunikasi menjadi kunci untuk menumbuhkan rasa toleransi di antara masyarakat.

"Hanya dengan komunikasi itu semua bisa ngerti. Cara kita toleran dan menerima kelebihan dan kekurangan kan itu ada di komunikasi," tambah Adipati.

Sedangkan untuk Warkop, Indro menjelaskan, budaya komunikasi sudah tercermin dari arti di balik nama Warkop. Di mana warung kopi menjadi tempat untuk berkomunikasi.

"Warung Kopi itu sendiri kan budaya kita, secara budaya di situlah komunikasi terjadi, di situlah adanya demokrasi. Itu kenapa kami bangga menjadi nama Indro Warkop, Dono Warkop, Kasino Warkop," jelas Indro.

"Benar kata Mas Indro, warung kopi itu budaya untuk silaturahmi. Ketika ada masalah kita duduk ngobrol dan kita sepakatin bersama, kita musyawarahkan. Kita kembali ke leluhur bangsa kita," sambung Edo Kondologit.

Baca juga: Fakta Terbaru Warkop DKI Reborn, Lokasi Film Hollywood hingga Biaya Fantastis



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X