Dengan Terisak, Reza Rahadian: Semoga Eyang Habibie Cepat Bertemu Eyang Ainun di Tempat Terbaik

Kompas.com - 11/09/2019, 22:21 WIB
Reza Rahadian meninggalkan rumah duka BJ Habibie di kawasan Patra, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (11/9/2019). KOMPAS.com/ANDIKA ADITIAReza Rahadian meninggalkan rumah duka BJ Habibie di kawasan Patra, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (11/9/2019).
|
Editor Kistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com - Aktor Reza Rahadian sangat terpukul atas meninggalnya Presiden ketiga RI Bacharuddin Jusuf Habibie atau BJ Habibie, Rabu (11/9/2019).

Reza pernah berperan sebagai BJ Habibie dalam film Habibie & Ainun (2012) dan Rudy Habibie (2016).

"Saya cuma bisa bilang turut berduka cita untuk keluarga yang ditinggalkan," ucap Reza dengan terisak di rumah duka di kawasan Patra, Kuningan, Jakarta Selatan (11/9/2019).

Reza mengatakan ia belum bisa berbicara banyak terkait kepergian Habibie untuk selamanya. Ia masih syok, katanya.

Reza hanya bisa berharap dan mendoakan yang terbaik bagi Habibie.

Baca juga: BJ Habibie Wafat, Reza Rahadian Tulis Kalimat Menyentuh

"Selamat jalan buat Eyang Habibie, semoga cepat bertemu dengan Eyang Ainun di tempat terbaik," tambah Reza dengan air mata bercucuran.

Kesedihan Reza terlihat sejak ia tiba di rumah duka. Tangisnya pecah begitu ia menginjakkan kaki di rumah yang telah dipenuhi pelayat tersebut.

Ia menangis dan memeluk keponakan sekaligus asisten pribadi Habibie, Rusli Habibie.

Baca juga: Tiba di Rumah Duka BJ Habibie, Tangis Reza Rahadian Pecah

Sejak memerankan Habibie dalam dua film, Reza memiliki kedekatan emosional dengan Presiden Ke-3 RI tersebut.

Ada cerita menarik ketika Reza menjalani syuting film Rudy Habibie. Ia jatuh sakit di tengah syuting.

Reza pun langsung dilarikan ke Rumah Sakit Medistra, Jakarta Selatan.

BJ Habibie yang berada di lokasi syuting mengantar Reza ke rumah sakit.

Baca juga: BJ Habibie Pernah Antarkan Reza Rahadian yang Sakit Tifus ke RS

Diberitakan, Putra Presiden ke-3 RI Bacharudin Jusuf Habibie, Thareq Kemal Habibie, mengonfirmasi meninggalnya sang ayah.

"Dengan sangat berat, mengucapkan, ayah saya Bacharudin Jusuf Habibie, Presiden ke-3 RI, meninggal dunia jam 18.03 WIB," ujar Thareq di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Rabu (11/9/2019).

Thareq mengatakan, sang ayah meninggal dunia karena sudah berusia tua sehingga sejumlah organ dalam tubuhnya mengalami degenerasi. Salah satunya adalah jantung.

Baca juga: Melanie Soebono Berterima Kasih kepada BJ Habibie

Presiden ketiga RI, Bacharuddin Jusuf Habibie meninggal dunia. Pria kelahiran Parepare, Sulawesi Selatan, 25 Juni 1936 itu meninggal akibat penyakit yang dideritanya.

Sebelum meninggal, keluarga dekat sudah berkumpul di RSPAD Gatot Soebroto, tempat Habibie dirawat. Diketahui, Habibie telah menjalani perawatan intensif di rumah sakit sejak 1 September 2019.

Baca juga: BJ Habibie Meninggal, Melanie Subono Berada di Sampingnya

Keponakan Habibie, Rusli Habibie, menyebutkan bahwa seluruh keluarga dekat sudah dipanggil dan berkumpul di Paviliun Kartika, RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Rabu (11/9/2019).

Selama masa perawatan, Habibie ditangani tim dokter spesialis dengan berbagai bidang keahlian, seperti jantung, penyakit dalam, dan ginjal.  



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X