Elvy Sukaesih Tak Mau Putranya Disebut Gila

Kompas.com - 14/09/2019, 22:50 WIB
Penyanyi dangdut Elvy Sukaesih (kiri) dan kedua putrinya, Fitria Sukaesih (tengah) dan Dhawiya Sukaesih saat menggelar jumpa pers di kediamannya di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, Sabtu (14/9/2019). KOMPAS.com/DIAN REINIS KUMAMPUNG Penyanyi dangdut Elvy Sukaesih (kiri) dan kedua putrinya, Fitria Sukaesih (tengah) dan Dhawiya Sukaesih saat menggelar jumpa pers di kediamannya di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, Sabtu (14/9/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyanyi dangdut Elvy Sukaesih menolak HR putranya disebut gila. Ia menegaskan, putra sulungnya itu menderita skizofrenia

Menurut Elvy, HR juga tidak terima disebut gila. Itulah yang membuat putranya itu menolak dirawat di rumah sakit.

"Waktu mau dibawa ke rumah sakit, 'apa aku dicampur-campur. Ane dicampur-campur sama orang gila. Ane masih enggak gila masih bisa shalat masih bisa begini-begini'," tutur Elvy saat ditemui di kediamannya di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, Sabtu (14/9/2019).

Putri Elvy, Fitria Sukaesih, menambahkan selama ini kakaknya beraktivitas seperti biasa. Ia bisa melakukan semua kegiatan sehari-hari dengan baik.

Baca juga: Jelaskan Kondisi HR, Elvy Sukaesih dan Dua Putrinya Menangis

"Karena kalau mau dibilang, maaf, orang yang hilang ingatan, sakit jiwa... HR tidak seperti itu. Karena dia masih ingat semua, masih bisa bicara, masih shalat, masih ngaji, masih segala macem," kata Fitria dengan mata berkaca-kaca.

Fitria menambahkan, menurut istilah medis, kakaknya mengidap skizofrenia.

"Jadi penyakitnya sendiri katagorinya yang dinyatakan RS adalah Skizofrenia. Jadi begitu lihat kita juga jadi tahu bahwa setiap masalah itu untuk membuat kita pintar," imbuh Fitria. 

Dalam kesehariannya, HR adalah pria normal yang mengasihi keluarganya.

Baca juga: Elvy Sukaesih Sebut Putranya Idap Skizofrenia

"Jadi kalau dalam kesehariannya, Haedar jadi anak umi yang baik, penuh kasih sayang," ujar Fitria.

Pada Kamis (12/9/2019) pukul 19.00 WIB, HR mengamuk dan menyerang seorang pemilik warung di dekat rumahnya gara-gara tidak bisa berutang tiga bungkus rokok.

Awalnya HR menyuruh asisten rumah tangganya untuk berutang tiga bungkus rokok di warung Junaedi. Namun, rokok hanya tersedia satu bungkus.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X