Synchronize Fest 2019 Usung Konsep Ramah Lingkungan

Kompas.com - 26/09/2019, 07:02 WIB
Jumpa pers Synchronize Fest 2019 di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Rabu (25/9/2019). KOMPAS.com/ANDIKA ADITIAJumpa pers Synchronize Fest 2019 di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Rabu (25/9/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Festival musik multi genre Synchronize Fest 2019 yang akan digelar di Gambir Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada 4-6 Oktober, mengusung konsep ramah lingkungan.

Penyelenggara menyebutnya sebagai green movement. Oleh karena itu tema yang mereka usung adalah "Memanusiakan Alam Mengalamikan Manusia".

Menurut Festival Director Synchronize Fest David Karto, konsep ditujukan agar acara ini bisa menjadi langkah awal menjaga lingkungan.

Baca juga: Kejutan! Bakal Ada NOAH dan Clubeighties di Synchronize Fest 2019

"Konsep (ramah lingkungan) itu kami bicarakan dengan teman-teman. Bagaimana Synchronize lebih dalam menjalankan peran dalam sebuah festival kepada ekosistem dan lingkungan lebih luas melihat," ucap David dalam jumpa pers di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Rabu (25/9/2019).

Kata David, konsep ini tidaklah mudah karena baru kali pertama diterapkan.

Ia pun berharap, gerakan ini bisa memberi dampak positif yang luas.

Baca juga: Didi Kempot hingga Andika Babang Tamvan Siap Menggoyang Synchronize Fest 2019

"Konsep itu menjadi salah satu pegerakan kami tahun ini bagaimana Synchronize memberikan hal berbeda kepada industri musik dan hasilnya diharapkan lebih baik ke depan," ucapnya.

Salah satu langkah yang akan dilakukan untuk menerapkan konsep tersebut adalah dengan menggunakan sumber listrik bukan dari genset.

Selain itu, merekomendasikan penggunaan tumbler, memberdayakan barang-barang daur ulang sehingga bisa dipakai kembali.

Sebelumnya, Synchronize lebih dulu mengumumkan ratusan penampil yang terbagi dalam empat fase, di mana banyak kejutan telah diberikan oleh penyelenggara.

Baca juga: Kerinduan Kalahkan Ego, Clubeighties Tampil Berlima di Synchronize Fest 2019

Kejutan itu, misalnya nostalgia band Emo Tanah Air yang siap menjadi penyegar sekaligus nostalgia para penikmat musik era 2000an tersebut, seperti Killed By Butterfly, Alone At Last Too Late To Notice, dan Jakarta Flames.

Ada pula penampilan perdana Didi Kempot yang kini dijuluki The Godfather of Broken Heart oleh kalangan milenial. Selain itu, ada NOAH, Club 80s Reunion, dan masih banyak lainnya.

Total, ada 131 penampil dari lintas genre, mulai dari dangdut hingga Emo hadir di Synchronize Fest 2019.

Hari pertama diisi oleh 33 penampil, hari kedua diisi 51 penampil, dan hari ketiga diisi 45 penampil.

Baca juga: Tampil di Synchronize Festival 2019, Band Wali Siap Beri Kejutan



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Budaya
Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Budaya
Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Seleb
Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Musik
Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

BrandzView
Profil Han Suk Kyu, Pemeran Teacher Kim di Drama Dr Romantic 2

Profil Han Suk Kyu, Pemeran Teacher Kim di Drama Dr Romantic 2

Seleb
Profil Lee Sung Kyung, Pemeran Cha Eun Jae di Drama Dr Romantic 2

Profil Lee Sung Kyung, Pemeran Cha Eun Jae di Drama Dr Romantic 2

Seleb
Profil Erwin Gutawa, Komponis Ternama Mantan Artis Cilik

Profil Erwin Gutawa, Komponis Ternama Mantan Artis Cilik

Seleb
komentar di artikel lainnya
Close Ads X