Ananda Badudu dan Dandhy Laksono Ditangkap, Dian Sastro: Kenapa Jadi Begini Sih?

Kompas.com - 27/09/2019, 10:09 WIB
Aktris Dian Sastrowardoyo saat ditemui dalam jumpa pers di kawasan CBD Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (27/11/2018). KOMPAS.com/ANDIKA ADITIAAktris Dian Sastrowardoyo saat ditemui dalam jumpa pers di kawasan CBD Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (27/11/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Artis peran Dian Sastrowardoyo angkat suara terkait penangkapan aktivis Dandhy Dwi Laksono dan mantan personel Banda Neira, Ananda Badudu, oleh polisi.

Lewat insta story akun Instagram-nya, @therealdisastr, yang dikutip Kompas.com pada Jumat (27/9/2019) Dian terkaget-kaget dengan penangkapan kedua orang tersebut.

Dalam tulisannya tersebut, Dian menerangkan bahwa Dandhy adalah seorang aktivis, eks jurnalis, founder Watchdoc, dan produser film Sexy Killers yang ditangkap polisi karena dituduh melanggar UU ITE.

Baca juga: Mengingat Kembali Aksi Nyata Ananda Badudu Menggalang Donasi untuk Demo Mahasiswa

"Ananda Badudu, musisi. Ditangkap polisi karena dianggap mendanai demo. Padahal dia cuma galang dana di kitabisa.com untuk bantu logistik mahasiswa. Kenapa jadi begini sih?" tulis Dian.

Bidik layar insta story Dian Sastro tentang Ananda Badudu dan Dandhy Laksono.Instagram/Dian Sastro Bidik layar insta story Dian Sastro tentang Ananda Badudu dan Dandhy Laksono.
Pada keterangan lainnya, Dian meminta warganet untuk melihat proses penangkapan Badudu pada insta story akun Instagram mantan jurnalis Tempo tersebut.

"Lihat IG story @anandabadudu saya jadi inget gimana rasanya nonton film #IstirahatlahKataKata dan proses penangkapan #WidjiThukul dan ketegangan saat membaca novel #LautBercerita karya @leilachudori," tulis Dian lagi.

Baca juga: Mengenal Ananda Badudu, Musisi yang Ditangkap karena Galang Dana Demo Mahasiswa

Ia juga menyoroti kasus Dandhy yang meski dilepas oleh polisi, namun statusnya dijadikan tersangka gara-gara twitnya mengenai kasus di Papua.

Dari kasus Dandhy dan Badudu ini, Dian mengutip sebuah kalimat yang dituliskan oleh penulis kritik film Lisabona Rahman.

"Berhentilah menangkapi orang yang bersuara kritis untuk kemanusiaan Indonesia. Bebaskan yang sudah ditangkap! Pertangungjawabkan penangkapan yang sudah ada. Aparat negara harus melindungi kebebasan ekspresi untuk kemanusiaan. Jangan lari dari 7 Desakan #rakyatbergerak," tulis Dian dengan menautkan unggahan Lisanabona.

Baca juga: Dian Sastro: Mahasiswa, Kalian Alarm Demokrasi di Negara Ini...

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terpopuler

komentar di artikel lainnya
Close Ads X