Sutradara Ingin Tak Ada yang Gila di Kota Ini Dijadikan Film Panjang

Kompas.com - 27/09/2019, 20:53 WIB
Produser, sutradara, dan pemain menghadiri pemutaran khusus film Tak Ada Yang Gila di Kota Ini di bioskop alternatif Kinosaurus, Kemang Raya, Jakarta Selatan, Jumat (27/9/2019). KOMPAS.com/Tri Susanto SetiawanProduser, sutradara, dan pemain menghadiri pemutaran khusus film Tak Ada Yang Gila di Kota Ini di bioskop alternatif Kinosaurus, Kemang Raya, Jakarta Selatan, Jumat (27/9/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Film pendek Tak Ada Yang Gila di Kota Ini menjadi karya terbaru dari sutradara Wregas Bhanuteja.

Terkait dengan adakah kemungkinan film yang diadaptasi dari cerita pendek berjudul sama karya Eka Kurniawan, Wregas mengaku bersemangat menggarapnya bila itu dilakukan.

"Kalau dijadikan film panjang kami akan bersemangat," kata Wregas di bioskop alternatif Kinosaurus, Kemang Raya, Jakarta Selatan, Jumat (27/9/2019).

Film pendek berdurasi 20 menit ini berkisah tentang bos salah satu hotel besar dan berpengaruh di kota.

Ia memerintahkan Marwan ( Oka Antara) dan teman-temannya untuk mengangkuti semua Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang masih berkeliaran di jalan-jalan raya dan dibuang ke hutan.

Si Bos tidak ingin kehadiran mereka mengganggu para turis dan merusak wajah kota. Alih-alih membiarkan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) ini tewas di hutan, ternyata Marwan punya rencana rahasia.

Lebih lanjut, Wregas mengatakan, ia ingin menguak dan mengeksplor karakter Marwan bila cerita ini dijadikan film panjang.

"Saya ingin jelaskan latar belakang Marwan, hubungannya dengan Sekar (karakter yang diperankan Sekar Sari), hubungan dengan teman dan bosnya," kata Wregas.

Baca juga: Film Pendek Tak Ada Yang Gila di Kota Ini Masuk Busan International Film Festival 2019

"Kenapa saya prioritas ke situ? Itu sebenarnya ada sisi yang sama dengan kepribadian saya yang enggak begitu pandai menyuarakan pendapat ketika orangnya dekat dengan saya. Kayak, ya, daripada konflik, aku iyakan saja," kata Wregas.

Tak Ada yang Gila di Kota Ini atau dalam bahasa Inggris-nya No One is Crazy in This Town akan tayang perdana sekaligus terpilih untuk berkompetisi dalam Busan International Film Festival (BIFF) ke-24 pada 3-12 Oktober 2019 di Korea Selatan.

Film yang dibintangi oleh Oka Antara ini masuk dalam program kategori Wide Angle: Asian Short Film Competition.

Film ini digarap oleh rumah produksi Rekata Studio bekerja sama dengan Studio Batu dan Labide Films serta Aftertake Post Production yang berdomisili di Yogyakarta.

Baca juga: Dampingi Albumnya, Rich Brian Rilis Film Pendek The Sailor

Film pendek ini juga didukung oleh Focused Equipment, FixIt Works Indonesia, dan Synchronize Sound - Post Audio.

Selain Oka Antara yang pernah bermain dalam film Sang Penari, Killers, serta Aruna dan Lidahnya, ada pula Sekar Sari (Siti), Pritt Timothy (Sang Kiai, Gundala), Jamaluddin Latif (Mencari Hilal, Nyai), dan Kedung Darma Romansha (Nyai, Perburuan).

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X