Dian Sastro: Aku Sakit Hati kalau Ada yang Tentuin Kriteria Cantik

Kompas.com - 11/10/2019, 13:17 WIB
Artis peran Dian Sastrowardoyo di acara Ideafest 2019 yang digelar di JCC, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (5/10/2019). KOMPAS.com/DIAN REINIS KUMAMPUNG Artis peran Dian Sastrowardoyo di acara Ideafest 2019 yang digelar di JCC, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (5/10/2019).

JAKARTA,  KOMPAS.com - Aktris Dian Sastrowardoyo atau Dian Sastro tak sependapat dengan orang-orang yang menentukan kriteria cantik dengan standar tertentu.

Apalagi, kriteria cantik itu hanya diukur dari bentuk fisik dan lainnya.

"Kadang aku sakit hati kalau ada yang nentuin cantik harus gimana," ujar Dian Sastro dalam sebuah acara di The Hermitage, kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (11/10/2019).

Baca juga: Dian Sastro: Aku Beruntung Lahir di Zaman Belum Ada Netizen

Dian mencontohkan, salah satu kriteria kecantikan terkadang dinilai dari bentuk rambut.

Padahal, Dian Sastro merasa bentuk rambut tiap orang berbeda-beda.

"Aku enggak suka juga konsepnya bilang cantik, kan, kesal rambut harus lurus, blow natural. Memang kenapa kalau enggak begitu," ujar Dian Sastro. 

Baca juga: 20 Tahun Menjadi Aktris, Kini Dian Sastro Menjadi Produser Film, Mengapa?

"Memang enggak bagus? Orang kan banyak bentuk rambut dan warna rambut," tambahnya.

Dian juga masih heran kenapa banyak orang menjadikan acuan cantik dari wanita-wanita Eropa.

Padahal, kenyataannya tidak selalu demikian.

"Kenapa kita menyangka daerah barat (lebih cantik), karena itu yang kita anggap bagus karena itu stereotipe kita," ucap Dian Sastro. 

Baca juga: Penangkapan Ananda Badudu yang Buat Dian Sastro Teringat Wiji Thukul

"Mungkin itu inferioritas kita kali yang kelamaan dijajah bangsa Eropa," sambung Dian Sastro. 

Dian Sastro mengatakan, padahal, berdasarkan sebuah riset menyebutkan bahwa wanita yang memiliki kepercayaan diri paling tinggi justru bukan dari negara-negara Eropa atau Amerika, melainkan negara dari benua Afrika.

"Sempat ada jawaban yang percaya diri wanita orang Eropa. Sementara di Afrika Selatan, mereka wanitanya pede banget," ujar Dian Sastro. 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Budaya
Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Budaya
Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Seleb
Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Musik
Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

BrandzView
komentar di artikel lainnya
Close Ads X