Demi Beli Tiket, Penonton Konser Ari Lasso Rela Kumpulkan Uang Makan

Kompas.com - 18/10/2019, 20:40 WIB
Ari Lasso saat melakukan check sound sebelum program Rosi di Studio 1 Kompas TV, Menara Kompas, Jakarta, Kamis (21/3/2019). Dalam program tersebut Ari Lasso membawakan lagu Tak Harus Sama (Indonesia Jaya). KOMPAS.com/RODERICK ADRIAN MOZESAri Lasso saat melakukan check sound sebelum program Rosi di Studio 1 Kompas TV, Menara Kompas, Jakarta, Kamis (21/3/2019). Dalam program tersebut Ari Lasso membawakan lagu Tak Harus Sama (Indonesia Jaya).

JAKARTA, KOMPAS.com - PenyanyiAri Lasso mengatakan, pihak yang paling dirugikan atas dibatalkannya konser memperingati 27 tahun kiprahnya sebagai musisi adalah para penggemarnya yang telah membeli tiket. 

Adapun, konser itu sedianya digelar pada Rabu (16/10/2019) malam di Kota Kasalanka, Jakarta Selatan.

"Yang paling dirugikan untuk ini adalah penonton yang sudah membeli tiket. Mungkin mereka tidak hanya datang dari Jakarta dari luar kota, tetapi gimana nasib mereka?" ujar Ari Lasso dalam video berjudul "KONSER ARI LASSO BATAL, INI PENJELASANNYA", seperti dikutip Kompas.com, Jumat (18/10/2019).

Baca juga: Konser Ari Lasso Batal, Anang: Bagaimana Penonton yang Sudah Beli Tiket Pesawat dan Sewa Hotel?

Ari Lasso mengungkapkan kekecewaannya tersebut.

Tak hanya itu, ia mengatakan, tak semua penggemarnya berkecukupan uang. 

"Karena tidak semua penonton Ari Lasso berkelebihan uang. Satu komen di instagram saya bilang bahwa dia sudah menyisihkan uang makan mereka harian selama beberapa minggu ini demi membeli tiket konser," kata Ari Lasso.

Baca juga: Kronologi Lengkap Pembatalan Konser Ari Lasso Secara Mendadak

Namun, keputusan berat ini harus ia ambil karena Optimus One sebagai pihak promotor dinilai tak bersikap profesional selama proses persiapan konser berlangsung.

Ari Lasso mengaku membatalkan konser karena pihak promotor berjanji mengembalikan uang para penggemarnya yang telah membeli tiket.

Tak hanya para penonton, ia dan timnya pun merasakan kerugian baik materil maupun imateril.

Baca juga: Konser Ari Lasso Batal, Tak Bisa Tidur, hingga Anang Bersuara

"Saya dirugikan dengan persiapan, dengan waktu, saya mengurangi banyak sekali manggung demi persiapan konser ini. Investasi waktu, investasi pikiran. Tiap malam memikirkan urutan lagu, memikirkan flow, memikirkan konten, memikirkan klimaks konsep dan itu sia-sia semua dan itu tidak dapat dinilai dengan uang," ujar Ari Lasso.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X