Veronica Tan Beri Ruang Anak-anak Rusun Berkreasi

Kompas.com - 28/10/2019, 13:14 WIB
Ketua Tim Penggerak PKK DKI Jakarta Veronica Tan mengunjungi para lansia yang sakit di Kelurahan Petojo Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (29/3/2017). KOMPAS.com/NURSITA SARIKetua Tim Penggerak PKK DKI Jakarta Veronica Tan mengunjungi para lansia yang sakit di Kelurahan Petojo Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (29/3/2017).

JAKARTA,  KOMPAS.com - Yayasan Waroeng Imaji yang dipimpin Veronica Tan bersama Soundkestra siap kembali menggelar Operet Aku Anak Rusun bertajuk Selendang Arimbi.

Acara yang sebelumnya sukses digelar pada 2017 lalu, akan kembali diadakan pada 16 November 2019 di Ciputra Artpreneur, Kuningan, Jakarta Selatan.

Veronica mengatakan, acara ini bertujuan memberikan kesempatan pada anak-anak rusun untuk berkreasi di bidang seni.

Baca juga: Veronica Tan Gaet 200 Anak untuk Operet Aku Anak Rusun

"Ingin membantu anak-anak juga mengekspresikan diri mereka, tentu lewat sebuah karya cerita, melatih disiplinnya mereka, sebagaimana mereka harus latihan," kata Veronica Tan dalam wawancara eksklusif bersama Kompas.com di Gedung Kompas Gramedia, Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Ada 200 anak dari tiga rusun berbeda di Jakarta yang akan unjuk gigi menampilkan kemampuan mereka menari sambil berakting.

"Iya kali ini kami ambil dari tiga rusun yang berbeda. Jadi memang kami lihat anak-anak memang bagus tampilannya, mereka sudah bisa show, bisa bergaya bisa akting," ucap Veronica. 

Baca juga: Ada Deklarasi Dukung Veronica Tan Jadi Calon Wali Kota Medan

"Nah kali ini kami ambil (anak-anak dari rusun) Pulogebang, Rawa Bebek sama Daan Mogot. Jadi kemarin kami sempat audisi 400 anak jadinya 200 anak," ujar Veronica. 

Anak-anak yang berhasil lolos kemudian menjalani serangkaian latihan dengan para pelatih profesional di bidang drama musikal.

"Kami latih mereka juga, ada guru yang ngajarin paduan suara nya anak-anak bernyanyi. Sebulan ini mereka latihan gerak tari dan segala macam," ucap Veronica.

Baca juga: Peran Veronica Tan Dibalik Pembangunan RPTRA Cililitan

Operet Aku Anak Rusun "Selendang Arimbi" mengangkat nilai toleransi, solidaritas, semangat mewujudkan mimpi yang disajikan dalam tari dan lagu Indonesia.

Selain ingin memberi ruang kepada anak-anak berkarya, Veronica Tan juga ingin mengajak masyarakat memberikan apresiasi dari karya yang digarap oleh anak-anak bangsa.

Harga tiket dibanderol Rp 750.000 untuk kelas Diamond, Rp 500.000 untuk kelas Gold, dan Rp 350.000 untuk kelas Silver. 

Tiket dapat dibeli melalui situs web www.akuanakrusun.com. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X