Film Dokumenter Seventeen Ungkap Banyak Momen Sebelum Tsunami Banten Melanda

Kompas.com - 29/10/2019, 17:48 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kisah grup band Seventeen yang menjadi korban tsunami Banten diangkat menjadi film dokumenter drama atau dokudrama berjudul Kemarin.

Diketahui, peristiwa tsunami Banten yang menelan ratusan korban jiwa itu terjadi pada 22 Desember 2018 lalu.

Film dokumenter tersebut akan memasukkan banyak momen yang selama ini tak terekspos.

Baca juga: Duet dengan Ifan, Istri Mendiang Gitaris Seventeen Kecewa...

Menurut Ifan, selama ini banyak orang hanya melihat peristiwa itu dari gambar yang diabadikan dari sebuah ponsel.

"Banyak banget dari aku maupun teman-teman yang lain kalau aku video sih selama ini yang kita lihat dengan kualitas handphone," ucap Ifan dalam jumpa pers di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (29/10/2019).

Baca juga: Istri Almarhum Herman Seventeen Kecelakaan, Begini Kronologinya

"Footage-footage yang belum pernah ada di mana-mana itu masuk di sana, jadi kejadian yang viral itu kan ombak (tsunami) yang pertama," tambahnya.

Kata Ifan, pada 13 Desember 2018, band Seventeen beserta manajemennya sudah memiliki rencana untuk membuat film dokumenter tentang mereka.

Namun, takdir berkata lain, bencana tsunami Banten sudah lebih dahulu memisahkan Ifan dengan tiga personel Seventeen lainnya.

Baca juga: Kembali Menyanyi, Ifan Seventeen Bawakan Lagu David NOAH

Ide melanjutkan film dokumenter drama ini lalu mencuat kembali setelah kamera milik mendiang Andi, drummer Seventeen, ditemukan.

Andi merupakan orang yang rajin mendokumentasikan kegiatan Seventeen dalam banyak kesempatan.

Bahkan, momen-momen dramatis saat detik-detik sebelum terjadinya tsunami juga sempat terekam oleh kamera Andi.

Sebagai informasi, karena bergaya dokudrama, maka film tersebut bakal memuat reka ulang yang didramatisasi dari peristiwa nyatanya.

Baca juga: Kisah Band Seventeen Jadi Korban Tsunami Banten Diangkat ke Layar Lebar

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

 

Konten pilihan untukmu

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.