Unik, Ada Buku Diary Personel GIGI dalam Exclusive Box Set Edisi Ulang Tahun ke-25

Kompas.com - 02/11/2019, 20:18 WIB
GIGI Band saat jumla pers peluncuran Exclusive Box Set Spesial Ulang Tahun GIGI ke-25 di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (2/11/2019). KOMPAS.com/IRA GITAGIGI Band saat jumla pers peluncuran Exclusive Box Set Spesial Ulang Tahun GIGI ke-25 di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (2/11/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Dari sekian banyak isi dalam Exclusive Box Set Edisi Ulang Tahun GIGI yang ke-25, ada satu yang paling spesial.

Apa itu? Buku diary atau buku harian yang masing-masing ditulis dengan tulisan tangan asli keempat personel GIGI, yakni Armand Maulana, Dewa Budjana, Thomas Ramdhan, dan Gusti Hendy.

Baca juga: Perayaan 25 Tahun GIGI Diundur, Mengapa?

"Buat pengingat, ada seperti ini (box set) dan pada kenyataannya banyak komunitas fisik, kaset atau vinyl mungkin, karena kalu digital sudah lumrah," kata Budjana dalam jumpa pers di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (2/11/2019).

Selain buku diary, bekerja sama dengan PT Beli Album Fisik milik Erix "Endank Soekamti", Exclusive Box Set Edisi Ulang Tahun GIGI ke-25 berisi empat bagian yang mewakili keempat personelnya.

Masing-masing berisi t-shirt, sebuah film pendek dalam bentuk DVD dokumenter tentang keseharian para personel, kartu member personil.

Baca juga: Langka, Armand Maulana Kaget GIGI Diminta Tampil 1 Jam di Televisi

Keempat bagian itu bisa dibeli secara terpisah atau sekaligus.

Untuk yang empat bagian sekaligus mendapatkan bonus sebuah mini album terbaru GIGI berbentuk kaset, yang berisi lima lagu baru, dua di antaranya tanpa lirik atau humming.

"Kami membuat album fisik untuk fans yang die hard. Jadi makanya bentuk apa pun yang dikeluarkan band pasti mereka terima," ucap Armand Maula sang vokalis.

Baca juga: Perayaan 25 Tahun, GIGI Belum Pastikan Tamu Spesial

Kreatif manajemen GIGI Band Official, Bounty Ramdhan, mengatakan, box set itu mengungkapkan sisi lain dari keempat personel GIGI.

"Kepikiran karena waktu itu meeting band dan tim untuk 25 tahun bikin apa ya. Buku kan udah DVD, konser udah. Dan kebetulan karena gue ikut terus sama GIGI kayaknya ada satu sisi yang orang enggak banyak tahu tentang GIGI," kata Bounty.

Menurut dia, masing-masing anggota band GIGI memiliki sudut pandang yang berbeda-beda.

"Ini bisa dibilang the other side dari GIGI yang banyak orang enggak tahu," ucapnya.

Baca juga: Konser 25 Tahun GIGI di Yogyakarta Ditunda



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X