Perayaan 25 Tahun GIGI Diundur, Mengapa?

Kompas.com - 01/08/2019, 18:11 WIB
Penyanyi Armand Maulana saat ditemui di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (6/2/2019). KOMPAS.com/ANDIKA ADITIAPenyanyi Armand Maulana saat ditemui di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (6/2/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Grup band GIGI tahun ini memasuki usia ke-25 tahun berkiprah di industri musik Tanah Air.

Band yang beranggotakan Armand Maulana (vokal), Dewa Budjana (gitar), Thomas Ramdhan (bass), dan Gusti Hendy (drum) itu berdiri pada 22 Maret 1994.

Untuk merayakan usia perak mereka berkarya tersebut, GIGI tadinya berencana membuat perayaan pada September 2019.

Namun, Armand mengatakan bahwa rencana itu terpaksa diundur.

"Kemungkinan akan ditarik jadi November 2019," ujar Armand di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis (1/8/2019).

"nanti akan ada jumpa pers lagi kok (untuk perayaan 25 tahun GIGI)," tambahnya.

Menurut Armand, penyebab utama diundurnya perayaan tersebut karena persoalan waktu.

Meski demikian, katanya lagi, personel GIGI tak mempermasalahkannya asal perayaan itu tetap terwujud.

"Karena waktu kemarin kan kami hectic banget, sampai detik ini juga masih hectic persiapannya karena EO dan promotornya juga rada-rada hectic juga," ucap Armand.

Baca juga: RUU Permusikan Dicabut dari Prolegnas, Armand Maulana Sambut Baik

"Ya sudah enggak apa-apa, yang penting tahun ini masih tetap rayakan 25 tahun," sambungnya.

Halaman:


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X