Sukses di Film Perempuan Tanah Jahanam, Ini Perjuangan Tara Basro

Kompas.com - 07/11/2019, 16:34 WIB
BASE Entertainment
|
Editor Kistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah sukses dengan film horor Pengabdi Setan, Tara Basro, terlibat dalam Perempuan Tanah Jahanam.

Kedua film itu adalah karya sutradara Joko Anwar. Namun bagi Tara, Perempuan Tanah Jahanam lebih memberikan tantangan bagi para pemainnya.

Tara menceritakan perjuangan yang dilakukan semua pihak yang terlibat dalam pembuatan film tersebut. Salah satunya untuk adegan yang mengharuskan dia digantung dengan kepala di bawah.

"Perjuangan sudah dimulai jauh sebelum shooting. Ketika test cam salah satu proses adegan yang paling sulit, harus berdialog digantung terbalik, untungnya team #PerempuanTanahJahanam selalu mengedepankan safety pemainnya dan bang @jokoanwar is such a caring director," tulis Tara di akun Twitter miliknya.

Setelah melakukan test cam adegan tersebut ia merasa mulai mual dan pusing. Bahkan ia kehilangan orientasi begitu memijakkan kakinya di lantai. Tara harus rela digantung terbalik dari jam 8 malam hingga 5 pagi.

"Rasanya mual banget, pusing.. Seperti semua organ dalam turun ke dada mendorong ke tenggorokan.. pas shooting, camera roll jam 8 malem terus sampai jam 5 pagi, karena memang secara teknis susah dan semua pemain berkumpul di adegan ini, kebayang gak blockingnya kayak apa?" ungkap Tara.

Tara menuturkan, meskipun harus berlatih adegan yang cukup menguras tenaga, kru yang ada bekerja sama dan saling support satu sama lain.

Sang sutradara, Joko Anwar sangat peduli dan memberikan sang aktris kesempatan untuk melakukan eksplorasi.

Baca juga: Ketika Tara Basro Tidur Pulas di Trotoar

Selain sutradara, ada kameramen yang mengusahakan untuk mengambil momen dalam waktu yang seefektif mungkin dan kru lain memberikan perawatan kepada Tara.

"Untung punya support system yg kuat, dari mulai pak Ical Tanjung yg usahain biar shot2 nya secepat mgkn, ibu Christine yang terus2an ngasih peppermint oil, pijet2 biar gak muntah, team stunt yang make sure rigging nya safe dan nyaman, dan bang Joko yg memberi ruang untuk explore," tambah Tara.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X