Dijuluki Ratu Horor, Luna Maya: Positif dan Bagus, Terima Kasih

Kompas.com - 08/11/2019, 14:38 WIB
Artis peran Luna Maya berkunjung ke Kantor Redaksi Kompas.com untuk promo film Rumah Kentang: The Beginning, Kamis (7/11/2019). KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOArtis peran Luna Maya berkunjung ke Kantor Redaksi Kompas.com untuk promo film Rumah Kentang: The Beginning, Kamis (7/11/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Artis Luna Maya yang membintangi film Rumah Kentang: The Beginning dijuluki sebagai Ratu Horor Indonesia selanjutnya di industri film Indonesia.

Hal itu tidak lepas dari film-film bergenre horor yang sukses dibintangi oleh Luna. Saat ditanya mengenai julukan yang disematkan kepadanya, Luna punya jawabannya.

"Aku anggap saja mudah-mudahan its a good thing, mudah-mudahan konotasinya baik dan membanggakan.... Kalau aku sendiri, ya, kalau itu hal positif dan bagus, ya, aku berterima kasih. Kalau enggak, ya, terima kasih juga," kata Luna saat berkunjung kantor redaksi Kompascom di Menara Kompas, Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (7/11/2019).

Baca juga: Demi Adegan di Trailer Rumah Kentang, Luna Maya Sampai Tersedak

Sebelumnya Luna pernah berperan dalam beberapa film horor seperti Suzzanna: Bernapas dalam Kubur (2018), Sabrina (2018), dan The Doll (2017)

Dalam film Rumah Kentang: The Beginning ini, Luna berperan sebagai Sophie, istri dari Adrian yang diperankan oleh artis peran Christian Sugiono. Mereka memiliki 3 anak.

Pekerjaan yang Sophie lakukan adalah sebagai ilustrator dari novel yang diproduksi oleh suaminya.

Baca juga: Dibuat Penasaran, Luna Maya dan Christian Sugiono: Bukan Nantangin

Luna menambahkan, semua film yang ia bintangi selalu dikerjakan secara profesional. Ia mengaku tidak mau memilih-pilih peran.

"Every movie khusus, every movie is special for me. So, tidak ada yang lebih dikucilkan atau lebih dibanggakan," kata Luna.

Untuk mencapai keinginan dan ekspektasinya, Luna mengaku mengeluarkan segala tenaga untuk proyek filmnya itu.

"Semuanya saya bangga all my movies, all of my work. I put all my attention and my effort di situ," ujar Luna.

Baca juga: Luna Maya dan Christian Sugiono Kembali Jadi Pasutri di Rumah Kentang: The Beginning

Film Rumah Kentang: The Beginning bercerita mengenai pasutri yang memproduksi novel genre horor.

Sayangnya, novel yang diproduksi oleh Adrian dan Sophie tersebut sudah tidak begitu digemari oleh para pembaca, sehingga mendapat tantangan dari penerbit.

Film Rumah Kentang: The Beginning akan tayang di seluruh jaringan bioskop Indonesia pada 21 November 2019.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X