Coming Home with Leila Chudori: Dua Penulis Memburu Raden Saleh

Kompas.com - 29/04/2020, 07:05 WIB
Coming Home with Leila Chudori episode novel Pangeran dari Timur bersama Iksaka Banu dan Kurnia Effendi. ISTIMEWAComing Home with Leila Chudori episode novel Pangeran dari Timur bersama Iksaka Banu dan Kurnia Effendi.

Pada bagian ini, Raden Saleh adalah nama yang tetap kontroversial. Karyanya diapresiasi, tetapi juga dikritik.

Novel ini bukan saja sebuah tafsir dan kebebasan menggunakan lisensi poetika para penulis, tetapi kita juga mencoba mencari sesuatu yang implisit.

Kita mencoba menjawab pertanyaan yang diajukan: Siapakah Raden Saleh? Apakah dia seorang pahlawan atau pecundang?

Apakah dia seorang yang lihai memanfaatkan situasi-–dia mendapatkan beasiswa ke Belanda sementara kakak-kakaknya ditahan oleh Jenderal De Kock--atau seorang yang melawan melalui karya sembari bersiasat?

Hingga akhir novel, kedua penulis sengaja tak ingin menghakimi. "Kami hanya menyajikan fakta dan membuat tafsir," demikian jawab Iksaka Banu dan Kurnia Effendi dalam podcast " Coming Home with Leila Chudori" yang akan diudarakan pada Rabu (29/4/2020).

Akan terasa betapa Raden Saleh di tangan Iksaka Banu adalah seorang sosok flamboyan, yang sangat paham bagaimana bertingkah laku di hadapan kaum "pemberi beasiswa", dan bagaimana pula dia memperlakukan para perempuan yang terpesona dirinya yang magnetik dan eksotik.

Akan juga terasa bahwa sesungguhnya tingkah laku ini--yang ditulis berdasarkan riset ketat dan mendalam--diimbangi dengan keanggunan karya-karya Raden Saleh yang menjadi bintang, Si Pangeran dari Timur di Eropa.

Bahkan di beberapa adegan, kita akan melihat betapa Raden Saleh gemar sekali mengalamatkan dirinya sebagai "pangeran", sesuatu yang mempunyai makna berbeda ketika kita berada di tanah Eropa.

Sementara Kurnia Effendi menyajikan isi Kota Bandung 100 tahun kemudian dengan tokoh jelita Ratna Juwita, yang berhadapan di antara para pemuda yang terisap oleh pesonanya, keinginan tahunya tentang dunia seni rupa dan Raden Saleh.

Tentu saja para pria berlomba menjadi "alpha male" yang berlomba menjadi sumber segala pengetahuan si bidadari.

Tetapi roman segitiga ini tentu saja sekaligus memperlihatkan bagaimana posisi Raden Saleh di dalam dunia seni rupa yang hingga kini pun masih saja menjadi "persoalan" bagi mereka yang tak semua sepakat bahwa dia adalah pionis Indonesia seni rupa modern Indonesia.

Novel ini adalah sebuah petualangan yang asyik ke masa romantisme Hindia Belanda--kelak bernama Indonesia--sekaligus satu tantangan bagaimana kita selayaknya bisa memisahkan karya dari penciptanya.

Podcast "Coming Home with Leila Chudori" episode novel "Pangeran dari Timur" bersama Iksaka Banu dan Kurnia Effendi bisa ditemukan di Spotify atau melalui tautan ini.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X