Leila S Chudori
Penulis & Wartawan

Penulis, Wartawan, Host Podcast "Coming Home with Leila Chudori"

In Memoriam Pencerita Ulung Budi Darma

Kompas.com - 29/10/2021, 13:55 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

"Rafilus telah mati dua kali. Kemarin dia mati. Hari ini, tanpa pernah hidup kembali, dia mati lagi. Padahal, semenjak bertemu dengan dia untuk kali pertama beberapa bulan lalu, saya mendapat kesan dia tidak akan mati. Andaikata tumbang, paling-paling dia hanya akan berkarat."

INILAH sebuah pembukaan novel berjudul "Rafilus", salah satu karya Budi Darma yang pertama kali diterbitkan Balai Pustaka tahun 1988.

Seperti juga karya-karya sebelumnya seperti kumpulan cerpen "Orang-orang Bloomington" (1981) dan "Olenka" (1983), Rafilus adalah salah satu prosa Budi Darma yang menjungkirbalikkan dunia.

Tetapi kelebihan dari berbagai ceritanya, Budi Darma si pencerita ulung ini selalu menampilkan tokoh-tokoh utama atau tokoh pendukung yang tak mudah hilang dari benak pembacanya.

Lahir di Rembang tahun 1937 dan wafat Agustus tahun ini, Budi Darma mengabdikan hidupnya dalam dunia akademis dan sastra.

Karya-karyanya yang terkemuka selain fiksi seperti "Orang-orang Bloomington", "Olenka", "Rafilus", "Kritikus Adinan" dan "Nyonya Talis", ada beberapa kumpulan eseinya antara lain "Solilokui" yang diterbitkan Gramedia Pustaka Utama dan "Harmonium".

Begitu banyak tokoh, begitu banyak cerita dalam karya-karya Budi Darma, begitu banyak pujian dan penghargaan, termasuk Hadiah Pertama Sayembara Mengarang Roman DKJ 1980 dan sekaligus memperoleh Hadiah Sastra DKJ 1983 untuk novel Olenka mendapat serta Sea Write Awards (1984).

Para tokoh seperti Olenka, Fanton Drummond, Kritikus Adinan, Yorrick, Orez, Ny Eberhart, Ny Talis adalah mereka yang berpenampilan biasa namun bertingkah dan mengucapkan hal-hal yang ganjil.

Terkadang mereka bisa tampak polos, kali lain mereka bisa tajam bahkan keji saat menyatakan sesuatu dalam monolog atau memojokkan lawan bicaranya secara obsesif dan bertubi-tubi.

Di dalam cerpen "Penyair Besar, Penyair Kecil" di dalam kumpulan "Kritikus Adinan" misalnya Budi Darma menampilkan perbincangan dua kawan, yang pertama disebut si Penyair Besar yang diundang berbicara di sebuah kota, dan si Penyair Kecil yang langsung menggamitnya dari rangkulan panitia dan mengajakn si Penyair besar bermalam di rumahnya untuk mendengarkan keluhan-keluhan dunia sastra yang tak berkesudahan.

Halaman:


Video Pilihan

 

Konten pilihan untukmu

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.