Jeremy Thomas Ungkap Kronologi Penganiayaan yang Menimpa Putranya - Kompas.com

Jeremy Thomas Ungkap Kronologi Penganiayaan yang Menimpa Putranya

Andi Muttya Keteng Pangerang
Kompas.com - 17/07/2017, 12:39 WIB
Artis peran Jeremy Thomas mengadukan oknum polisi yang diduga menganiaya anaknya ke Divisi Propam Mabes Polri, Jakarta, Senin (17/7/2017).KOMPAS.com/AMBARANIE NADIA Artis peran Jeremy Thomas mengadukan oknum polisi yang diduga menganiaya anaknya ke Divisi Propam Mabes Polri, Jakarta, Senin (17/7/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Axel Matthew Thomas, putra artis peran Jeremy Thomas, mengalami penganiayaan oleh oknum diduga polisi di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (17/7/2017).

Dari pengakuan putranya, Jeremy menuturkan bahwa sebelum kejadian, Axel sedang diantar oleh asisten rumah tangganya ke Pondok Indah Mall dari kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, untuk mengambil pesanan baju. Namun kemudian, teman Axel mengarahkannya ke Hotel Crystal, Kemang.

"Sampai di sana, anak saya menunggu di depan tiba-tiba dicekek dengan seseorang yang mulutnya bau alkohol," ujar Jeremy saat ditemui di Gedung Sentra Pelayanan Propam Polri, Jakarta Selatan, Senin (17/7/2017).

Menduga pria itu adalah rampok, Axel kemudian berusaha kabur. Reaksi Axel ini kemudian membuat pria tersebut dan beberapa rekannya mengejar Axel sambil melepaskan tembakan peringatan beberapa kali.

"Lalu dikeroyok, dipukulin ramai-ramai ada tiga sampai empat orang. Dimasukin ke mobil dan orang itu mengaku oknum (polisi) dan anak saya disekap di Hotel Crystal," ujar Jeremy.

Asisten rumah tangga bersangkutan yang melihat kejadian itu bergegas pulang ke rumah dan melaporkan insiden tersebut kepada Jeremy.

Sebagai ayah Jeremy langsung merespons dengan cepat. Dia dan istrinya, Ina Thomas, lalu mendatangi lokasi kejadian.

Begitu tiba di sana, ia bertanya ke petugas keamanan hotel, tetapi mendapat kesan ada yang ditutup-tutupi. Karena itu, Jeremy memutuskan melapor ke Polda Metro Jaya.

"Saya langsung mengambil langkah ke Polda Metro Jaya Sub Unit Jatanras untuk reaksi cepat. Ditanggapi langsung dan kami membuat surat laporan polisi dan langsung kami bersama unit Jatanras melakukan investigasi ke Hotel Crystal," kata Jeremy.

Namun, lagi-lagi mereka mereka merasa satpam hotel seolah-olah menutupi apa yang terjadi. Akhirnya, Jeremy bersama anggota Jatanras memutuskan langsung memeriksa ke dalam hotel.

"Pada saat kami saya bersama lawyer dan tim Jatanras mau masuk ke gedung, saya lihat putra saya turun bersama beberapa orang. Begitu saya dekatin, kondisi putra saya sudah babak belur. Pertanyaan saya yang pertama kepada putra saya dan kepada mereka, siapa yang menyiksa atau menyekap atau melakukan penganiayaan kepada putra saya?" kata Jeremy.

[Baca: Putra Jeremy Thomas Dianiaya, Pelaku Diduga Oknum Polisi]

Namun, mereka justru bungkam. Hingga akhirnya Jeremy memaksa sambil mendorong-dorong, barulah mereka mengaku sebagai anggota kepolisian Satuan Narkoba Polresta Bandara Soekarno Hatta.

"Saya bilang kepada mereka kalau Anda petugas, harusnya tidak melakukan penganiayaan atau pengeroyokan terhadap anak yang masih 19 tahun. Dan saya minta kartu tanda anggota dan surat perintah, mereka tidak bisa mengeluarkan dan saya langsung bersama sub unit Jatanras mengambil alih Axel karena laporan yang kami lakukan adalah penculikan dan anaknya sudah ketemu," ucap Jeremy.

"Saya bilang kepada mereka semua yang mengaku oknum polisi, saya bilang mereka akan berhadapan dengan saya secara pribadi selaku orangtua dan mereka akan berhadapan dengan hukum pidana dan hukum dari profesi mereka sendiri," tambahnya.

[Baca: Begini Kondisi Putra Jeremy Thomas Usai Alami Penganiayaan]

Saat bertanya kepada Axel, Jeremy mendapat penuturan bahwa putranya itu diborgol dan ditodong senjata sambil dipaksa mengaku melakukan tindak penyalahgunaan narkoba.

"Borgolnya itu bukan borgol polisi tapi punya security dari hotel. Anak saya ditodongin pistol, dipaksa mengaku, padahal anak saya dan perlu saya clear-kan ya, dia bukan ditangkap karena narkoba, tapi diarahkan dan dipaksa untuk mengaku. Faktanya tidak ada barang bukti apa-apa dan tidak tersangkut dengan yang nama-nama barang tersebut," ujar Jeremy.

[Baca: Diduga Aniaya Putra Jeremy Thomas, Polisi Bandara Diperiksa Propam]

Karena tak ditemukan barang bukti narkoba, akhirnya Axel dipulangkan.

"Itu setelah dia ciduk, penyiksaan, pengeroyokan, dan pengambilan barang-barang dia dengan kekerasan. Sepatu, dompet, handphone dan bajunya dia. Axel pulang dengan sandal hotel dan dengan baju yang sudah bukan baju dia dan handphone sudah tidak ada," kata Jeremy.

Saat ini, Jeremy sedang melaporkan para oknum yang mengaku petugas kepolisian yang dididuga menganiaya putranya ke Sentra Pelayanan Propam Polri.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisAndi Muttya Keteng Pangerang
EditorIrfan Maullana
Komentar