Produser "Satu Hari Nanti" Ceritakan Ketatnya Aturan Shooting di Swiss - Kompas.com

Produser "Satu Hari Nanti" Ceritakan Ketatnya Aturan Shooting di Swiss

Tri Susanto Setiawan
Kompas.com - 15/11/2017, 18:55 WIB
Para pemain, sutradara, dan produser film Satu Hari Nanti ketika meluncurkan teaser trailer dan poster resmi film tersebut di A Qubicle Center, Jalan Senopati, Jakarta Selatan, Rabu (15/11/2017).KOMPAS.com/Tri Susanto Setiawan Para pemain, sutradara, dan produser film Satu Hari Nanti ketika meluncurkan teaser trailer dan poster resmi film tersebut di A Qubicle Center, Jalan Senopati, Jakarta Selatan, Rabu (15/11/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Film drama berjudul Satu Hari Nanti memilihi Swiss sebagai lokasi shooting.

Produser Dienan Silmy mengungkapkan, bahwa proses shooting di Swiss tidak sebebas di Indonesia.

Ia dan tim merasakan aturan yang ketat saat menjalani proses shooting selama 26 hari pada akhir 2016 lalu.

"Di sana, shooting enggak boleh lebih dari 8 jam sehari," ujar Dienan saat meluncurkan teaser trailer dan poster resmi di A Qubicle Center, Jalan Senopati, Jakarta Selatan, Rabu (15/11/2017).

[Baca juga : Satu Hari Nanti, Ungkap Kegelisahan Anak Muda di Swiss]

Karena regulasi itu, Dienan pun mematangkan konsep dan pra produksi sedemikian rupa agar tidak terjadi kesalahan. Ia tidak mau membuang-buang waktu selama delapan jam hanya untuk kesalahan-kesalahan kecil.

"5 menit enggak boleh terbuang hanya untuk kesalahan. Makanya kami harus matangkan, ini lokasi harus tepat buat pengambilan gambar, enggak boleh retake lokasi," kata dia.

Selain regulasi durasi waktu, teknis-teknis lainnya pun menjadi kendala. Hal itu diakui oleh sutradara Salman Aristo yang bercerita, bahwa untuk proses pemindahan kamera pun bisa jadi persoalan.

"Karena industri film bukan menjadi prioritas utama pemerintah di sana, maka semuanya serba kaku," kata dia.

[Baca juga : Ringgo Agus Rahman Belajar Banyak Bahasa untuk Satu Hari Nanti ]

Adapun beberapa lokasi terkenal seperti Thun, Danau Interlaken, Zurich, Bern, Gunung Jungfraujoch menjadi tempat pengambilan gambar.

Satu Hari Nanti bercerita tentang pilihan dan kegelisahan anak muda dalam membangun sebuah komitmen di Swiss, baik dalam cinta, keluarga mapun pekerjaan.

Lika-liku pertemanan dan kisah cinta yang kelam tumbuh bersama dalam pencarian makna akan jati diri mereka di negeri orang.

Film ini rencananya akan tayang dijaringan bioskop Tanah Air pada 7 Desember 2017.

[Baca juga : Deva Mahenra Akan Unjuk Kebolehan dalam Satu Hari Nanti]

PenulisTri Susanto Setiawan
EditorBestari Kumala Dewi
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM