Garin Nugroho Terima Honorary Award di Singapura - Kompas.com

Garin Nugroho Terima Honorary Award di Singapura

Andi Muttya Keteng Pangerang
Kompas.com - 03/12/2017, 11:51 WIB
Sutradara dan produser film Garin Nugroho diwawancara di newsroom Harian Kompas, Gedung Kompas Gramedia, Jakarta Pusat, Rabu (20/1/2016).KOMPAS.com/DINO OKTAVIANO Sutradara dan produser film Garin Nugroho diwawancara di newsroom Harian Kompas, Gedung Kompas Gramedia, Jakarta Pusat, Rabu (20/1/2016).

SINGAPURA, KOMPAS.com -- Singapore International Film Festival (SGIFF) 2017 memberi Honorary Award (penghargaan kehormatan) kepada sutradara kawakan Indonesia Garin Nugroho pada Sabtu (2/12/2017).

Hal itu diumumkan oleh putri Garin yang juga sutradara, Kamila Andini, lewat media sosial.

"Last Night @sgiffest honors @garin_fifor his contribution to Asian Cinema," Dini pada akun Instagram-nya, @kamilandini, yang dikutip oleh Kompas.com pada Minggu (3/11/2017).

Baca juga: Garin Nugroho Ungkap Kunci Kesuksesannya

Akun Instagram @sgiffest juga mengumumkan pemberian penghargaan tersebut.

"The Festival is delighted have presented its two highest honours this year to Indonesian filmmaker, Garin Nugroho, for the Honorary Award and to legendary Japanese actor, Koji Yakusho, for the Cinema Legend Award," tulis akun tersebut.

Trofi The Honorary Award diberikan kepada pembuat film yang dianggap telah memberi kontribusi luar biasa kepada perfilman Asia.

"Capturing his love for his country and Javanes culture, Garin Nugroho’s filma possess an undeniable poetic and reflective quality that resonate with audiences, gaining critical attention at home and international festival," tulis pihak SGIFF pada @sgiffest.

"A teacher, community leader and artist, Nugroho is one of the most important Southeast Asian filmmakers of our time. SGIFF is proud to confer this year’s Honorary Award on Garin Nugroho," lanjut pihak yang sama.

Baca juga: Strategi Garin Nugroho Hadapi Perubahan Zaman

Garin Nugroho memulai debutnya sebagai sutradara lewat film Gerbong Satu, Dua (1984).

Karya-karyanya yang paling dikenal adalah Cinta dalam Sepotong Roti (1990), Daun di Atas Bantal (1997), Aku Ingin Menciummu Sekali Saja (2002), Opera Jawa (2006), Under the Tree (2008), Guru Bangsa: Tjokroaminoto (2014), dan Setan Jawa (2016).

Singapore International Film Festival ke-28 itu digelar dari 23 November hingga 3 Desember 2017.

PenulisAndi Muttya Keteng Pangerang
EditorAti Kamil
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM