Industri Film yang Mapan Mampu Hasilkan Sekuel

Kompas.com - 01/09/2013, 19:16 WIB
EditorAti Kamil
JAKARTA, KOMPAS.com -- Ada kecenderungan membuat sekuel film sampai lebih dari dua kali, yang kali ini pada Kawin Kontrak produksi Multivision Plus Pictures. Film ini sudah sampai pada sekuel ke-3. Masih bertema seputar kawin, Get Married produksi Starvision Plus sedikit lebih unggul dalam urusan sekuel, yaitu sudah sampai "jilid" ke-4. Ada apa dengan fenomena ”kawin” berkali-kali itu?

Kawin Kontrak (pertama) beredar pada Januari 2008. Sementara Kawin Kontrak Lagi (sekuel kedua) beredar pada November 2008. Keduanya disutradarai Ody C Harahap. Dan Kawin Kontrak 3 beredar Agustus ini dengan sutradara Awi Suryadi. Adapun Get Married dibuat berselang dua tahunan dari 2007 sampai 2013. Sekuel 1 dan 2 disutradarai Hanung Bramantyo, sedangkan sekuel lain dibuat Monty Tiwa.

Ada satu kesamaan sebab soal munculnya sekuel tersebut, yaitu jumlah penonton. Ini sudah menjadi hukum dagang yang umum. Kawin Kontrak (pertama) menarik sebanyak 1,1 juta penonton. Kawin Kontrak 2 meraup 550.000 penonton. Begitu juga Get Married. Data yang dihimpun dari Starvision Plus menyebutkan, sekue1 pertama menghasilkan 1,4 juta penonton, kedua: 1,2 juta, ketiga: kurang dari 600.000 penonton. Namun, menurut produsernya, Chand Parwez, jumlah itu termasuk tertinggi untuk film Indonesia di masa libur Lebaran pada saat itu. Adapun sekuel keempat sampai saat ini masih berkisar pada 312.000 penonton.

Ada semacam tolok ukur dalam industri film, yakni industri perfilman yang mapan akan mampu menciptakan sekuel. Seperti Hollywood yang menciptakan Die Hard atau Fast and Furious.    

"Apakah industri film Indonesia sudah mapan? Saya ingin mendobrak pernyataan itu," kata produser Chand Parwez Servia yang ingin membuktikan lewat Get Married.

Parwez mungkin benar. Setidaknya, selain Get Married, ia juga menciptakan film bersekuel seperti Tarix Jabrix dan Virgin, yang masing-masing sejauh ini sudah sampai tiga sekuel. Demikian juga dengan Multivision Plus Pictures, selain Kawin Kontrak, juga menghasilkan Kuntilanak dan Pulau Hantu dengan masing-masing tiga sekuel.

Komedi
Baik Kawin Kontrak maupun Get Married adalah sama-sama film-film komedi. Genre komedi memang bisa dibilang cukup ramah dalam menyapa penonton pencari hiburan.

Kawin Kontrak 3 mengisahkan petualangan tiga sahabat yang memiliki latar belakang berbeda, mencari pasangan sesaat dengan cara kawin kontrak di desa. Cheppy, yang diperankan Abdurahman Arif, bersama Itol (Albert Halim), mengajak Dani (Ferry Ardiansyah) pergi dari Jakarta untuk menghibur Dani yang mencoba bunuh diri gara-gara gagal menikah. Mereka bertemu Gary, yang diperankan Gary Iskak, artis sekaligus makelar kawin kontrak.

Mereka berempat kemudian menemui Bunda Jahe alias Janda Herang (Anne J Cotto), rentenir sekaligus penyalur perempuan untuk kawin kontrak di Kampung Ceuceulupan. Di kampung, yang berada di kawasan perkebunan teh itulah, tiga sahabat, yakni Cheppy, Itol, dan Dani, lantas bertemu dengan pasangannya masing-masing.

Itol mendapat Itje, yang diperankan aktris Sinta Bachir, sebagai pasangan kawin kontraknya. Cheppy kawin kontrak dengan Viva (Adelia Rasya), yang ternyata adalah polisi yang menyamar untuk membongkar dan menghentikan praktik kawin kontrak yang dikelola Bunda Jahe. Adapun Dani menemukan cintanya pada Dinda (Nadia Vella), perempuan desa, yang terjerat utang pada Bunda Jahe dan menjadi korban kawin kontrak.

Sampai kapan sekuel-sekuel tersebut mampu "mengontrak" penonton untuk tetap setia dengan suguhan hiburan? (COK/XAR)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X