BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Mola TV

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Kompas.com - 09/08/2020, 20:24 WIB
Bioskop XXI disemprot dengan cairan disinfektan untuk mengantisipasi penyebaran virus corona. XXIBioskop XXI disemprot dengan cairan disinfektan untuk mengantisipasi penyebaran virus corona.

KOMPAS.com – “Pintu teater 1 telah dibuka. Para penonton yang sudah memiliki karcis dipersilakan masuk ke ruang teater..

Panggilan yang biasanya terdengar di bioskop tepat 10 menit sebelum film dimulai tersebut saat ini begitu dirindukan oleh para penggemar film.

Begitu juga dengan sensasi menonton film lewat layar lebar, ditemani popcorn dan minuman bersoda, serta kenyamanan sofa berlapis beludru.

Pasalnya, sudah kurang lebih enam bulan bioskop tidak beroperasi akibat pandemi Covid-19.
Sejak Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diterapkan Senin (23/3/2020), sejumlah bisnis hiburan termasuk bioskop ditutup demi mencegah penyebaran virus corona

Tidak hanya itu, sejumlah film Hollywood pun batal tayang di bioskop. Sebut saja Fast & Furious 9 dan Black Widow.

Baca juga: Mungkinkah Bioskop Digeser Layanan Streaming Film

Hingga kini, belum tahu kapan sensasi menonton di bioskop dapat kembali dirasakan oleh para penggemar film.

Layanan streaming jadi andalan

Pandemi Covid-19 akhirnya membuat penggemar film mencari cara untuk memenuhi kebutuhan menonton film di rumah, salah satunya lewat layanan streaming.

Layanan tersebut sebenarnya tidak hanya menyediakan film. Bentuk hiburan lain, seperti serial TV, siaran olahraga, hingga acara anak-anak, juga tersedia dan dapat dinikmati dari rumah.

Akibat pandemi dan perubahan kebiasaan menonton, layanan video-on-demand mengalami lonjakan pengguna. Peningkatan ini dapat dilihat dari data yang dihimpun Statista pada Juli 2020.

Data tersebut menunjukkan bahwa pada 2020, pengguna layanan streaming video secara global meningkat tajam dari 785,1 juta pada 2019 menjadi 882 juta.

Fakta lonjakan akses ke platform layanan streaming ini ditangkap Mola TV sebagai tantangan untuk meningkatkan layanan dalam menyajikan konten berkualitas bagi pengguna.

Baca juga: Bioskop hingga Kelas Olahraga Dilarang Beroperasi di Jakarta sampai 13 Agustus

Mola TV, yang sebelumnya dikenal dengan tayangan Liga Inggrisnya, sebenarnya juga merupakan rumah bagi tayangan alternatif lainnya.

Pengguna layanan streaming Mola TV dapat menikmati film-film internasional dan serial televisi dengan rating tinggi seperti Killing Eve, City On A Hill, dan Wu Tang-An American Saga.

Kini, film-film block buster Hollywod pun tayang perdana di platform tersebut.

Salah satunya adalah Waiting for Barbarians yang dibintangi Johnny Depp dan Robert Pattinson.

Menonton film tayangan perdana di rumah

Waiting for the Barbarians dirilis serentak di seluruh dunia pada Jumat (7/8/2020). Penggemar film di Indonesia dapat menontonnya secara perdana melalui Mola TV pada tanggal sama.

Film arahan sutradara asal Kolombia Cirro Guerra ini merupakan adaptasi dari novel berjudul sama karya pemenang hadiah Nobel Sastra, J.M Coetzee.

Waiting for the Barbarians mengambil latar abad ke-19 dan menceritakan praktik kolonialisme yang mengubah kehidupan di wilayah Asia.

Ilustrasi suasana film Waiting For The Barbarians (Dok. Mola TV) Ilustrasi suasana film Waiting For The Barbarians (Dok. Mola TV)

Di film tersebut, Johnny Depp berperan sebagai Colonel Joll, polisi antagonis yang diberi tugas menyelesaikan masalah pemberontakan kaum barbarian di Empire dan kerap menggunakan metode penyiksaan dalam interogasi.

Johnny Depp beradu akting dengan Robert Pattinson yang berperan sebagai polisi junior dan selalu membayanginya.

Baca juga: Rilis Serentak di Seluruh Dunia, Film Waiting For The Barbarians Hadirkan Johnny Depp dan Robert Pattison

Selain dua aktor tersebut, Waiting for the Barbarians juga dibintangi aktor kawakan peraih Oscar, Mark Rylance. Aktor Inggris ini memerankan peran protagonis dengan alias Magistrate.

Magistrate ini bukan nama sebenarnya. Di dalam novelnya pun, Coetzee tidak menyebutkan nama aslinya.

Magistrate merupakan seorang hakim pemerintah. Dia bertugas mengawasi penduduk multietnis di Empire. Namun, lambat laun, Magistrate mulai kecewa dengan Empire karena kehadiran sosok Colonel Joll yang kejam.

Konflik antara kedua tokoh ini pun muncul gara-gara perbedaan pendekatan dalam mengatasi masalah di tanah jajahan.

Cirro Guerra, sutradara film ini, pernah masuk nominasi Oscar di kategori “Best Foreign Language Film”. Uniknya, film Waiting for The Barbarians merupakan berbahasa Inggris pertamanya.

Guerra menggandeng sinematografer kawakan Chris Menges untuk menggarap sinematografi film ini.

Baca juga: Mola TV Tayangkan Film Waiting for The Barbarians, Ini Sinopsisnya

Menges bukan nama sembarangan. Ia telah memenangkan Oscar di kategori “Best Cinematography” untuk film The Killing Fields dan The Mission.

Tak heran, film berdurasi 102 menit ini menyuguhkan beragam adegan menawan yang akan memanjakan penonton.

Waiting for the Barbarians? dirilis serentak di seluruh dunia, 7 Agustus 2020. Mola TV menjadi platform digital yang menayangkannya secara eksklusif di Indonesia pada tanggal yang sama.DOK. MOLA TV Waiting for the Barbarians? dirilis serentak di seluruh dunia, 7 Agustus 2020. Mola TV menjadi platform digital yang menayangkannya secara eksklusif di Indonesia pada tanggal yang sama.

Penayangan Waiting for the Barbarians di Mola TV menjadi sebuah pembuktian bahwa platform digital milik bangsa mampu mendapat kepercayaan Hollywood sebagai media tayang perdana.

Hal ini sekaligus menjadi bukti komitmen Mola TV untuk terus menghadirkan tayangan berkualitas bagi para pecinta film di Tanah Air.

Jika Anda termasuk yang penasaran dengan akting mereka sekaligus rindu dengan film-film yang biasanya hanya bisa ditonton lewat bioskop, menonton lewat platform seperti itu bisa jadi alternatif.

Caranya juga cukup mudah, yakni dengan mengakses aplikasi yang dapat diunduh dari Appstore dan Google Play, atau melalui situs Mola TV.

Setelah Waiting for the Barbarians, Mola TV akan menghadirkan film Iron Mask yang dibintangi Jacky Chan dan Arnold Schwarzenegger secara perdana pada September mendatang.

Kemudian pada Oktober 2020, film Professor and The Mad Man yang diperankan oleh Mel Gibson dan Sean Penn akan dirilis perdana di Mola TV.


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Budaya
komentar di artikel lainnya