Obama Diharapkan Nikmati Film di Balinale 2013

Kompas.com - 20/09/2013, 13:10 WIB
Para pegiat industri film Indonesia sedang berdiskusi dalam jumpa pers Balinale International Film Festival 2013, di Pusat Kebudayaan @america, Pacific Place, Jakarta, Kamis (19/9/2013). KOMPAS.COM/IRFAN MAULLANAPara pegiat industri film Indonesia sedang berdiskusi dalam jumpa pers Balinale International Film Festival 2013, di Pusat Kebudayaan @america, Pacific Place, Jakarta, Kamis (19/9/2013).
|
EditorAti Kamil
JAKARTA, KOMPAS.com -- Balinale International Film Festival akan kembali digelar-- kali ini di Cinema XXI Beachwalk Kuta, pada 3-10 Oktober 2013. Seperti biasa, Balinale tetap akan dilangsungkan dengan dana yang jumlahnya, diakui oleh pihak penyelenggara, tidak besar.

"Kami punya semangat yang besar, tapi uangnya kecil. Seperti yang sudah dijelaskan tadi, tak ada kementerian yang mendukung," ujar aktris kawakan sekaligus penggagas Balinale, Christine Hakim, dalam jumpa pers Balinale International Film Festival 2013 di Pusat Kebudayaan @america, Pacific Place, Jakarta, Kamis (19/9/2013). "Saya sudah melobi kementerian, tapi enggak tahu apa kesulitannya," sambungnya.

Balinale, yang penyelenggaraannya akan sampai pada tahun ketujuh, akan digelar bertepatan  dengan agenda tahunan Pertemuan Pemimpin Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) di Bali. Dengan begitu, para pemimpin dunia, seperti Presiden AS, Barack Obama, diharapkan bisa mampir untuk menonton salah satu dari 50 film yang didaftarkan oleh 21 negara peserta Balinale.

"Mungkin Obama akan sibuk di APEC, tapi bukan tidak mungkin SBY (Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono) bisa melobi Obama untuk nonton. Kalau enggak sempat, ya first lady-nya. Ini bisa jadi PR (public relations) gratis," ujar Christine.

Menurut Christine, Pemerintah semestinya jeli dengan peluang bisnis yang dicipta oleh Balinale. "Mereka (Pemerintah) lupa bahwa bisnis film itu bisnis yang cash. Ya, memang di beberapa bioskop 21 itu bisa bayar dengan credit card, tapi sebagian besar itu cash. Kalau ini dikembangkan, bisa jadi devisa negara. Balinale juga menjembatani agar film maker dunia mau bikin film di Indonesia," jelasnya.

Sebenarnya, sambung Christine, peluang tersebut sudah mulai terbuka ketika film Eat Pray Love, yang diperankan oleh aktris kelas dunia Julia Robets, mengambil lokasi shooting di Bali pada 2010.

"Bayangin, waktu Eat Pray Love itu kru dari Amerika cuma 100, kru Indonesia ada 200. Art director Eat Pray Love sampai bilang, 'Kru terbaik yang pernah saya miliki itu dari Indonesia. Mereka bekerja tidak kenal waktu, tidak rewel'," cerita Christine. "Inilah yang sebetulnya merupakan tujuan dari Balinale. Semoga produser mau memanfaatkan, mengenalkan film mereka ke dunia," tekannya.

Balinale International Film Festival diadakan untuk kali pertama pada 2007 oleh Bali Taksu Indonesia Foundation, yang didirikan Christine dan Deborah Gabinetti. Organisasi nonprofit dan non-pemerintah tersebut bervisi mengundang sineas dari luar negeri untuk memutar film mereka di Indonesia, sekaligus mengenalkan keindahan alam dan budaya Indonesia.

Baca tentang
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X