Kematian Palsu Sherlock Holmes Dibeberkan

Kompas.com - 02/01/2014, 19:25 WIB
EditorAti Kamil
LONDON, KOMPAS.com -- Para penggemar film seri Sherlock di layar kaca BBC akhirnya mendapat jawaban bagaimana detektif yang diperankan oleh Benedict Cumberbatch itu memalsukan kematiannya, dalam episode baru yang ditayangkan di Inggris, Rabu (1/1/2013).

Episode pertama musim ketiga ini ditayangkan oleh BBC untuk para pemirsa di Inggris. Selama dua tahun terakhir, para penggemar seri ini berspekulasi mengenai bagaimana sang detektif bisa mengatur trik untuk membuat dunia percaya bahwa ia telah mati. Namun, pada episode pertama musim ketiga ini, para penggemar dibuat terkejut dengan fakta yang terungkap serta diperkenalkannya tokoh-tokoh baru, termasuk orangtua Sherlock.

Namun, para pemirsa mengeluhkan alur cerita yang dinilai terlalu rumit, yaitu rencana teroris untuk meledakkan gedung parlemen Inggris.

Pesohor Hollywood
Versi modern dari tokoh detektif rekaan Sir Arthur Conan Doyle dari abad ke-19 ini disiarkan di 200 negara, termasuk Indonesia, dan memiliki penggemar fanatik.

Ketika Perdana menteri David Cameron membuat akun di mikroblog China, Weibo, pada November 2013, pertanyaan yang paling banyak diterimanya adalah, "Kapan musim ketiga Sherlock akan dirilis?"

Sementara itu, harian Times memberi empat bintang untuk episode ini, tapi mengeluh, "Anda menunggu dua tahun untuk mengetahui bagaimana Sherlock melakukannya dan tiga solusi datang sekaligus."

Seri ini menjadikan Cumberbath dan Martin Freeman, pemeran Dr John Watson, sahabat sekaligus mitra Sherlock, pesohor Hollywood. Freeman didapuk untuk menjadi pemeran Hobbit dalam trilogi baru film tersebut. Sementara itu, Cumberbatch tahun lalu menuai pujian sebagai penjahat dalam film Star Trek dan juga sebagai pendiri WikiLeaks Julian Assange dalam The Fifth Estate.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

 

Konten pilihan untukmu

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.