Tangan Indonesia di Hollywood

Kompas.com - 09/02/2014, 12:57 WIB
EditorAti Kamil
JAKARTA, KOMPAS.com -- Tangan-tangan muda Indonesia ikut terlibat di balik suguhan Hollywood yang ditonton jutaan mata. Mereka bekerja keras selama setahun demi hasil karya yang "hanya" dinikmati orang dalam 30 detik. Namun, suguhan spektakuler mereka membekas lama di benak penonton.

Ronny Gani (30) adalah salah seorang animator yang bekerja di Industrial Light & Magic (ILM) Singapura. Studio yang menggarap efek visual ini adalah anak perusahaan Lucasfilm.

ILM Singapura adalah studio pertama ILM di luar Amerika Serikat. Sejak 2005, ILM Singapura bekerja secara kolaboratif dengan studio induknya di AS menggarap film box office Hollywood. Di situlah Ronny ikut berkarya sejak 2008.

Salah satu proyek yang dikerjakan Ronny adalah film Pacific Rim (2013). Untuk Pacific Rim, ILM mengerahkan sekitar 500 pekerja seni efek visual, sebanyak 70 orang di antara mereka adalah animator, termasuk Ronny.

"Rata-rata seorang animator menggarap 12-15 shot. Setiap shot itu hanya tayang 1-2 detik, tetapi butuh waktu 1-2 bulan untuk mengerjakan animasinya. Jadi, dengan 70-an animator, sekitar setahun kami menggarap animasi Pacific Rim," ujar Ronny.

Tugas animator adalah membuat orang lupa bahwa karakter yang sedang ditonton di layar lebar itu digerakkan komputer. Karena itu, si karakter digital harus bergerak seolah-olah hidup dan nyata.

Di Pacific Rim, Ronny menggarap pertarungan monster Kaiju dengan Jaeger, robot yang dikemudikan dua manusia di dalamnya. Bagaimana monster raksasa itu bergerak dalam pertarungan bawah laut dengan gerakan yang tak terkesan lambat dan membosankan adalah tantangan yang sudah dijawab Ronny.

Pekerjaan Ronny dimulai ketika ia menerima bahan animasi kasar dua dimensi. Hal pertama yang ia lakukan adalah menentukan pose-pose yang tepat, jelas, dan bagus untuk setiap karakter sesuai dengan cerita. Tak jarang, untuk menentukan pose, gerak, dan ekspresi, ia membuat simulasi dengan tubuhnya sendiri.

Bagian paling memakan waktu dari pengerjaan animasi adalah urusan "memoles" setiap gerakan hingga memuaskan sang sutradara. Itu berarti, bolak-balik revisi adalah hal biasa.

Setelah si karakter hidup dan bergerak mulus, pekerjaan animator selesai. Departemen lain kemudian memberi karakter itu kulit, daging, dan otot. Lain lagi yang mengurus warna dan pencahayaan. Ada lagi yang membangun latar lingkungannya. Departemen berikutnya, memastikan semua terintegrasi menjadi satu suguhan visual dalam satu nada emosi.
Kerja keras

Halaman Selanjutnya
Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.