KPI: Hipnosis dalam Acara Hiburan Berpotensi Timbulkan Pelecehan

Kompas.com - 26/06/2014, 19:24 WIB
Selasa (24/6/2014) siang, salah seorang pengunjuk rasa menunjukkan poster bertulisan YKS, Yayasan Kurang Sopan. Menurut pihak keluarga dan penggemar Benyamin Sueb, tayangan Yuk Keep Smile (YKS) episode 20 Juni 2014 berisi aksi penghinaan terhadap Benyamin Sueb. KOMPAS.com/IRFAN MAULLANASelasa (24/6/2014) siang, salah seorang pengunjuk rasa menunjukkan poster bertulisan YKS, Yayasan Kurang Sopan. Menurut pihak keluarga dan penggemar Benyamin Sueb, tayangan Yuk Keep Smile (YKS) episode 20 Juni 2014 berisi aksi penghinaan terhadap Benyamin Sueb.
|
EditorAti Kamil
JAKARTA, KOMPAS.com -- Salah satu komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Agatha Lily, menegaskan bahwa lembaganya melarang segala acara hiburan televisi yang memasukkan unsur hypnotherapy. Unsur itu, kata Agatha, hanya dibolehkan untuk acara kesehatan di layar kaca.

"KPI juga melarang acara hypnotherapy, hipnosis, relaksasi, segala macam di luar program kesehatan," kata Agatha lagi dalam wawancara per telepon oleh Kompas.com di Jakarta, Kamis (26/6/2014).

"Apa pun bentuknya, acara-acara hipnosis dilarang di luar program kesehatan," tegas Agatha.

Agatha menjelaskan, menurut pihak KPI hipnosis berpotensi menimbulkan pelecehan manusia dan melanggar ketentuan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) Pasal 24 Ayat 1 mengenai Ungkapan Kasar dan Makian, yang berbunyi: program siaran dilarang menampilkan ungkapan kasar dan makian, baik secara verbal maupun nonverbal, yang mempunyai kecenderungan menghina atau merendahkan martabat manusia, memiliki makna jorok, mesum, cabul, vulgar, dan atau menghina agama dan Tuhan.

"Ya, karena kalau tidak dilarang, akhirnya dijadikan lawakan yang berpotensi melecehkan manusia. Misalnya, disuruh jadi kera, disuruh joged-joged, disuruh isap jempol. Ini kan sangat tak pantas," tekan Agatha.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X