Penata Rias Suzanna Dilibatkan dalam Film "Guru Bangsa: HOS Tjokroaminoto"

Kompas.com - 24/11/2014, 16:04 WIB
|
EditorAti Kamil
JAKARTA, KOMPAS.com -- Shooting Guru Bangsa: HOS Tjokroaminoto, film baru tentang kehidupan tokoh pahlawan pergerakan nasional Haji Oemar Said (HOS) Tjokroaminoto (16 Agustus 1882-17 Desember 1934), telah dilakukan mulai 7 September 2014. Diklaim oleh pihak pembuatnya, film yang akan dirilis pada awal 2015 itu melibatkan sejumlah orang yang dinilai berbobot, termasuk untuk urusan tata busana dan tata riasnya.

"Untuk memperkenalkan sosok HOS Tjokroaminoto yang begitu berat dan besar dengan karakter, jasa, dan intelektualnya, untuk film ini pun dipilih orang-orang dengan kualitas terbaik, dari jajaran produser sampai talent-nya," kata Erik Hidayat selaku Wakil Ketua Yayasan HOS Tjokroaminoto dalam siaran pers yang diterima oleh Kompas.com, Minggu (23/11/2014).

Contohnya, Retno Ratih Damayanti. Retno dipilih menjadi penata busana film yang disutradarai oleh Garin Nugroho tersebut karena kiprahnya selama ini untuk film-film lain. Ia telah menangani kostum sejumlah film berlatar sejarah Indonesia, berawal dari film-film jenis itu yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo. Ia, antara lain, masuk nominasi kategori penata busana terbaik berkat karyanya untuk film Habibie & Ainun pada 2012 serta menjadi kru penata busana pada film Soekarno: Indonesia Merdeka (2013).

Contoh lainnya, Didin Syamsudin. Didin dinilai sebagai seorang penata rias andal yang berkarya sejak era mendiang sutradara legendaris Teguh Karya. Ia juga menjadi penata rias untuk film-film horor yang dibintangi oleh Suzanna pada 1980-an.

Retno dan Didin dinilai tepat untuk membantu membangun karakter sosok-sosok yang ada dalam film tersebut serta menggambarkan gaya busana dan rias wajah pada masa 1890-1921, yang berkait dengan aneka latar belakang ekonomi, pendidikan, dan suku bangsa orang-orang ketika itu. HOS Tjokroaminoto digambarkan sebagai sosok yang memadukan fashion orang-orang dari latar belakang yang berbeda untuk menegaskan kesetaraan dan kemerdekaan berpikir dan bertindak pada zaman kolonial.

Film yang dimainkan oleh, antara lain, Reza Rahadian (sebagai HOS Tjokroaminoto), Christine Hakim (Mbok Tambeng), Alex Komang (Hasan Ali Surati), Sujiwo Tejo (Mangoenkoesoemo), dan Maia Estianty (ibu Soeharsikin) itu dilakukan di tempat-tempat bersejarah seperti Ambarawa, Semarang, dan Yogyakarta untuk menggantikan set kota lama Surabaya pada masa hidup Tjokroaminoto.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X