Krisdayanti Tak Berani Menoleh ke Erwin Gutawa

Kompas.com - 27/11/2014, 22:08 WIB
Krisdayanti menjadi bintang tamu kejutan dalam konser Satu Indonesia: Salute to Guruh Soekarno Putra, di Plenary Hall, Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Rabu (26/11/2014) malam. KOMPAS.com/RODERICK ADRIAN MOZESKrisdayanti menjadi bintang tamu kejutan dalam konser Satu Indonesia: Salute to Guruh Soekarno Putra, di Plenary Hall, Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Rabu (26/11/2014) malam.
|
EditorAti Kamil
JAKARTA, KOMPAS.com -- Menjadi bintang tamu kejutan dalam konser Satu Indonesia: Salute to Guruh Soekarno Putra rupanya telah membawa kebahagiaan bagi penyanyi pop kenamaan Indonesia Krisdayanti (39). Pemilik nama-nama pendek KD dan Yanti ini mengaku, saking bahagianya, ia tak berani menoleh ke belakang, ke Erwin Gutawa.

"Saking bahagianya, saya enggak berani nengok ke belakang. Karena, kalau lihat ke belakang, ke konduktornya, bisa buyar (konsenterasi), saking bahagianya," ucap KD dalam wawancara sambil melirik ke Erwin, konduktor orkestra yang mendukung penampilan KD sekaligus music director konser Satu Indonesia: Salute to Guruh Soekarno Putra, di Plenary Hall, Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Rabu (26/11/2014) malam.

Yanti juga merasa bangga dan bahagia bisa menyanyikan lagu "Untukmu Indonesia" dalam konser Satu Indonesia: Salute to Guruh Soekarno Putra.

"Saya bangga, bahagia, bisa dilibatkan. Saya sebelum berangkat ke Singapura untuk konser saya, saya sudah dapat message sendiri, untuk berlatih sendiri dengan konsep yang sudah jadi. Jadi, tadi saya masih latihan sendiri di bawah panggung," cerita KD.

Memang, pihak pembuat konser itu tidak pernah mempromosikan bahwa KD akan mengisi konser tersebut. Yang dipromosikan adalah Superman IS Dead (SID), Raisa, Tulus, Judika, Nowela, Anak-anak "Di Atas Rata Rata", dan The Overtune.

"Terus terang, konser ini saya rencanakan berbulan-bulan. Lalu, adik saya ini baru ketemu 'kemarin', tapi posternya keburu dicetak (tanpa ada nama Krisdayanti di dalamnya)," jelas Erwin.

Erwin mengatakan, ia dan KD baru kali ini bekerja sama lagi sesudah kira-kira tujuh tahun tak melakukannya.

"Senang ketemu adik saya lagi, sudah tujuh tahun enggak ngiringin dia," ucap Erwin.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X