Reza Rahadian pun Bisa Jadi Pengkhianat

Kompas.com - 19/08/2015, 13:00 WIB
Reza Rahadian meraih Piala Citra untuk kategori Pemeran Utama Pria Terbaik dalam Festival Film Indonesia (FFI) 2013 di Semarang, Sabtu (7/12/2013). KOMPAS.com/ICHSAN SUHENDRAReza Rahadian meraih Piala Citra untuk kategori Pemeran Utama Pria Terbaik dalam Festival Film Indonesia (FFI) 2013 di Semarang, Sabtu (7/12/2013).
|
EditorAti Kamil
JAKARTA, KOMPAS.com -- Artis peran Reza Rahadian (28) menjadi seorang pengkhianat perjuangan bangsa Indonesia dalam film animasi Battle of Surabaya. Film yang memadukan sejarah dengan fiksi tersebut berkisah tentang pertempuran 10 November 1945 di Surabaya, Jawa Timur.

Reza menjadi pengisi suara karakter bernama Danu (20), seorang "anak buah" Sudirman, Residen Surabaya. Danu memihak kepada pasukan Sekutu. Danu bukan karakter utama, melainkan pendukung bagi karakter-karakter Musa (13) dan Yumna (14). Suara Musa diisi oleh penyiar radio Ian Saybani dan suara Yumna oleh vokalis Maudy Ayunda.

Musa merupakan seorang penyemir sepatu yang kemudian menjadi kurir surat-surat rahasia para pejuang Indonesia. Selain mengantar surat-surat rahasia, Musa juga membawa surat-surat pribadi para pejuang beserta keluarga mereka. Bersama Yumna dan Danu, Musa mengalami berbagai petualangan hebat selama menjalankan tugasnya sebagai kurir.

Menurut Aryanto Kurniawan, sutradara Battle of Surabaya, film tersebut memadukan unsur sejarah dengan unsur fiksi untuk menjembatani generasinya dengan generasi sekarang.

"Jadi, saya ingin menjembatani (pandangan) dari generasi saya ke generasi sekarang. Generasi sekarang kan tahunya Naruto, Doraemon. Kami tak ingin film ini dilihat hanya sebagai nostalgia," katanya dalam jumpa pers mengenai film itu di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (18/8/2015).

Untuk unsur sejarah dalam film itu, sambung Aryanto, digunakan hasil riset agar tak kabur dari kenyataan.

"Kami dari riset, literatur, dan ada tim yang ke Surabaya," ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Aryanto pula, dalam film itu hanya Musa, Yumna, Danu, dan sebagian karakter lain saja yang fiktif. Selebihnya, ia tetap memasang tokoh-tokoh nasional seperti Soekarno, Hatta, Moestopo, Bung Tomo, dan Soemarso.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.