Nama Peggy Melati Sukma dan Vicky Rhoma Irama Dicatut Penyelenggara Perjalanan Umrah?

Kompas.com - 20/03/2016, 19:06 WIB
Kuasa hukum pelapor, Syukni Tumi bersama dengan korban penipuan biro perjalanan umrah Sahabat Sukses Indonesia (SSI), yakni Sri Purwanti dan Syamsiar bin Idris Muksin di SPKT Polda Metro Jaya, Minggu (20/3/2016).
KOMPAS.COM/DIAN REINIS KUMAMPUNGKuasa hukum pelapor, Syukni Tumi bersama dengan korban penipuan biro perjalanan umrah Sahabat Sukses Indonesia (SSI), yakni Sri Purwanti dan Syamsiar bin Idris Muksin di SPKT Polda Metro Jaya, Minggu (20/3/2016).
|
EditorAti Kamil
JAKARTA, KOMPAS.com -- Artis peran Peggy Melati Sukma (39) dan penyanyi dangdut Vicky Rhoma Irama (35) disebut terkait dugaan penipuan oleh salah satu pihak penyelenggara perjalanan umrah.

Pihak pelapor mengatakan, nama dan foto Peggy terpampang pada brosur dan spanduk yang dikeluarkan oleh pihak penyedia jasa perjalanan umrah itu. Nama Peggy dicatut oleh pihak yang diduga melakukan penipuan itu?

"Kami melaporkan ke Polda Metro Jaya pelaku utama, yakni pengurus dan pemegang saham, saudara Rianto, Reko Budi dan Arista," terang Syukni Tumi, kuasa hukum korban, di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metrpo Jaya, Minggu (20/3/2016).

Namun, ternyata, lanjut Syukni, para pelaku utama saja yang bisa dilaporkan ke polisi.

"Dan, juga pelaku pembantu, yakni mereka yang melakukan endorsement, yakni Mbak Peggy Melati Sukma dan Vicky Rhoma Irama. Tapi, ternyata, yang bisa dilaporkan, pelaku utama saja," terang Syukni lagi.

Oleh karena itu, sambung sukri, Peggy dan Vicky akan menjadi saksi dulu.

"Jadi, pelaku pembantu itu baru menjadi saksi. Padahal power dari endorsement ini yang membuat klien mau ikut. Kami minta tanggung jawab lah, sama pelaku utama dan pembantu," ujarnya.

Syukni juga mengatakan bahwa kliennya masih kekurangan bukti untuk melaporkan Peggy dan Vicky.

"Kok ada foto dan nama Peggy serta Vicky di brosur dan spanduk? Katanya memang kerja sama dengan Peggy, ada buku dia juga di sana. Tapi, kalau ada perjanjian kemitraan, ada bukti itu, pasti saya laporkan dan itu bisa dilaporkan," ujarnya lagi.

Terkait dugaan penipuan itu, diduga 300-500 orang sudah menjadi korban, meski hanya beberapa orang berani melapor ke polisi.

Sampai saat ini, pihak Peggy belum bisa dimintai penjelasan. Ia tidak bisa dihubungi oleh Kompas.com melalui dua nomor teleponnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X