KPAI: Anak Risty Tagor Tak Mau Dengar Nama Stuart

Kompas.com - 12/04/2016, 20:54 WIB
|
EditorKistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Asrorun Ni'am Sholeh mengatakan, pihaknya telah menemukan adanya gangguan traumatik pada Risty Tagor dengan Rifky Balweel terhadap Stuart.

"Anak yang pertama (Risty) pas kami lakukan assessment, kami sebutkan namanya (Stuart), dia enggak mau nama sebut itu lagi. Dia bilang 'Jangan sebut nama itu'," kata Asrorun saat mendatangi kediaman Risty, di Jalan Bima Raya, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Selasa (12/4/2016).

Asrorun mengatakan, pihaknya akan mendalami temuan tersebut. "Tim kami akan bicara secara khusus, ada beberapa catatan yang direkam untuk di dalami lebih lanjut," kata dia.

Diberitakan sebelumnya, Risty meminta KPAI untuk memberikan perlindungan kepada anak laki-laki dari buah pernikahan dengan Rifky.

Asrorun mengatakan, permintaan Risty diduga dilatarbelakangi perlakuan tidak baik yang mengarah pada pelanggaran hukum.

Menurut Risty, anaknya dijejali saus sambal oleh Stuart yang saat itu sudah menikah dengannya.

"Setelah menikah sama saya, dia (Stuart) jadi sangat kasar sama A**** (putra Risty). Banyak sekali saksinya di rumah ini melihat bagaimana dan apa yang dia buat. Sampai satu kejadian di mana dia sambelin A****, pakai saus sambal, dan itu adalah trigger-nya," kata Risty dalam jumpa pers di kediamannya, di kawasan Veteran, Bintaro, Jakarta Selatan, pada 14 Agustus 2015 lalu.

Mendapatkan pernyataan seperti itu, Stuart pun menjawab tudingan yang dilayangkan oleh Risty.

"Itu kan menurut Risty. Kalau saya, enggak akan membuka aib. Itu masalah rumah tangga yang enggak patut dibuka ya, enggak perlu dikatakan," ujar Stuart seusai sidang perdana perceraiannya yang digelar dengan agenda mediasi, di Pengadilan Agama Jakarta Selatan, Senin (28/9/2015).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

 

Konten pilihan untukmu

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.