"Star Trek Beyond", Mempertahankan Perdamaian Galaksi

Kompas.com - 20/07/2016, 21:04 WIB
Star Trek Beyond mengenalkan karakter Jaylah yang diperankan Sofia Boutella. ISTIMEWAStar Trek Beyond mengenalkan karakter Jaylah yang diperankan Sofia Boutella.
EditorIrfan Maullana

Jaylah si perempuan tangguh terinspirasi dari karakter Jennifer Lawrence dalam film Winter Bone. Pegg mengemukakan nama "Jaylah" akhirnya diputuskan setelah sekian lama terus menyebut karakter itu sebagai "J-Law".

Dia dideskripsikan sebagai sosok penyendiri, membela dirinya sendiri, dan mencoba bertahan hidup tanpa bantuan orang lain. Idris Elba tertarik memerankan Krall karena alien itu punya latar belakang masa lalu yang rumit.

Saat pertama kali membicarakan Krall, peraih Golden Globe itu berdiskusi lewat telepon dengan sutradara selama sejam lewat mengenai filosofi si alien yang bertentangan dengan Federasi.

Elba berusaha merumuskan sosok Krall dari A-Z: cara berbicara, gestur, kondisi fisik hingga apa yang membuatnya berada di pihak yang berseberangan dengan Federasi.

"Jika kau sudah tahu kenapa, maka dia bukan lagi seorang monster. Ada alasan untuk segala perbuatan yang dilakukannya," kata Elba.

Aktor Indonesia Joe Taslim mendampingi Idris Elba sebagai karakter alien bernama Manas. Tawaran menjadi Manas datang dari Justin Lin yang sebelumnya bekerja sama dengan Joe dalam Fast & Furious 6.

Kesempatan emas itu tidak disia-siakan aktor yang ingin membawa nama Indonesia ke film-film blockbuster. Selama sebulan, Joe mempelajari dialog-dialog dalam bahasa alien.

Joe diberi kebebasan untuk menyampaikan kalimat-kalimat tersebut, seperti nada, intonasi, hingga bagian mana yang sebaiknya dibuat parau. Setelah interpretasinya disetujui, ia harus mempraktikkannya persis seperti itu saat pengambilan gambar.

Joe, Elba, dan Boutella sama-sama harus berakting di dalam kostum dan make up prostetik yang proses pemasangannya memakan waktu lima jam. Mereka didandani sejak dini hari sebelum shooting pagi hari dimulai.

Joel Harlow, pemenang Oscar untuk Tata Rias Terbaik, kerap turun langsung untuk mendandaninya. Tata rias khusus ini tidak berupa topeng, melainkan delapan bagian yang ditempel menutupi kepalanya.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X