Dennis Adhiswara Punya Alasan Terima Tawaran Marcella Zalianty

Kompas.com - 24/10/2016, 20:34 WIB
Dennis Adhiswara difoto sehabis pelantikan Pengurus Besar Parfi 56 di Four Seasons Hotel, Jakarta Selatan, Senin (24/10/2016). KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENGDennis Adhiswara difoto sehabis pelantikan Pengurus Besar Parfi 56 di Four Seasons Hotel, Jakarta Selatan, Senin (24/10/2016).
|
EditorAti Kamil

JAKARTA, KOMPAS.com -- Artis peran Dennis Adhiswara (34) mengungkapkan bahwa mulanya ia ragu ketika ditawari menjadi Sekretaris Jendral (Sekjen) Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) 56 oleh ketua umum organisasi perfilman itu, Marcella Zalianty.

Namun, akhirnya Dennis luluh dan menerima pinangan tersebut. Apa yang membuatnya berubah pikiran?

"Yang perlu digarisbawahi mengapa saya mau bergabung dengan Parfi ini adalah Marcella mengiyakan request saya," kata Dennis usai pelantikan Pengurus Besar Parfi 56 di Four Seasons Hotel, Jakarta Selatan, Senin (24/10/2016).

"Saya pengin semua anggota Parfi punya akun portofolio secara digital. Makanya data base aktor ini berjalan," katanya lagi.

Di samping itu, ketertarikan Dennis bergabung dengan Parfi lagi juga muncul karena melihat semangat rekan-rekannya untuk memperbarui organisasi itu.

Ia pernah menjadi anggota Parfi pada masa kepemimpinan Yenny Rachman, tetapi kemudian tak aktif.

"Awalnya saya skeptis. Dulu diajak Nirina, ketemu Marcella, terus ketemu aktor-aktor senior lainnya, saya jadi yakin (Parfi) bisa dijalankan," tuturnya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lalu, yang terpenting, lanjutnya, ia menilai Marcella sebagai Ketua Umum Parfi 56 akan bisa merangkul para artis peran senior dan yunior. Menurut ia, koneksi Marcella dengan lembaga pemerintahan dan jaringan gedung bioskop juga terbilang baik.

"Bagi saya, untuk seorang pemimpin kayak Marcella bisa luwes untuk lintas generasi, luwes dengan teman-teman di lembaga milik negara, juga luwes di teman-teman sektor komersial," ujarnya.

"Menurut saya, penting sekali bagi ketua memiliki keluwesan seperti itu, karena industri film adalah sebuah ekosistem yang melibatkan banyak hal, banyak bidang, mulai dari seni, hukum, politik, dan everything. Jadi, bagi saya, dia memang orang yang cukup luwes sih," ujarnya lagi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X