Kuasa Hukum Gatot Brajamusti Beberkan Bukti Dugaan Persekongkolan CT

Kompas.com - 22/11/2016, 21:12 WIB
|
EditorIrfan Maullana

JAKARTA, KOMPAS.com - Kuasa hukum Gatot Brajamusti, Achmad Rifai, membeberkan penyebab pihaknya sampai menduga ada unsur permufakatan jahat atau persekongkolan di balik kasus-kasus yang menjerat kliennya.

Bukti tersebut berupa sebuah rekaman yang menurut dia, berisi percakapan beberapa orang yang merundingkan skenario melaporkan Gatot ke polisi. Rekaman itulah yang siang tadi diberikan Rifai kepada polisi saat kliennya menjalani pemeriksaan sebagai pelapor.

"Jadi bukti rekaman itu bukan percakapan antara Gatot dan CT ya, tapi antara CT dan beberapa orang yang membuat skenario untuk melaporkan Gatot," ucap Rifai di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (22/11/2016).

"Kejadiannya (pembicaraan) di sebuah apartemen. Ada plan A, plan B. Salah satu skenarionya, 'kalau misalnya Gatot cuma direhab, kita harus melakukan langkah ini nih'," tambahnya.

Rifai menyebut rekaman tersebut menjadi bisa kunci untuk membuktikan kecurigaan pihaknya akan adanya persekongkolan untuk menjatuhkan Gatot.

"Makanya itu kami duga ada permufakatan jahat, dari rekaman itu. (Tujuannya?) Untuk menjatuhkan Aa Gatot. Akan kami ungkap semua," katanya.

Namun, Rifai menolak memberitahu dari mana ia memperoleh rekaman tersebut. Satu yang pasti, pembicaraan itu terjadi sebelum CT melaporkan Gatot ke polisi atas tuduhan dugaan pemerkosaan.

"Enggak tahu orang deket (Gatot) apa enggaknya. Tapi yang pasti mereka yang di situ (terlibat pembicaraan dalam rekaman) saling kenal," ucapnya.

Awalnya CT melaporkan Gatot pada September 2016 atas dugaan pemerkosaan dan pelecehan seksual. Kemudian, pada 22 Oktober 2016, Gatot melaporkan balik CT atas tuduhan pencemaran nama baik dan keterangan palsu.

Laporan tersebut sesuai Pasal 310, 311 KUHP, 317 dan 318 KUHP, serta Pasal 27 ayat (3) Jo Pasal 45 ayat (1) UU ITE. Definisi permufakatan jahat atau samenspaning sendiri tercantum dalam Pasal 88 Kitab Undang Undang Hukum Pidana (KUHP).

Pasal itu berbunyi, "Dikatakan ada permufakatan jahat apabila ada dua orang atau lebih telah sepakat akan melakukan kejahatan".

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.