Anang Hermansyah Nilai Pemerintah Tidak Kompak soal Penghapusan UN

Kompas.com - 28/11/2016, 22:35 WIB
Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) sekaligus musisi, Anang Hermansyah, saat ditemui di Balai Kota, Senin (11/4/2016).  Kompas.com/Kurnia Sari AzizaPolitisi Partai Amanat Nasional (PAN) sekaligus musisi, Anang Hermansyah, saat ditemui di Balai Kota, Senin (11/4/2016).
|
EditorIrfan Maullana

JEMBER, KOMPAS.com - Rencana pemerintah yang akan menghapus pelaksanaan ujian nasional (UN), mendapat sorotan dari Anggota Komisi X DPR RI Anang Hermansyah.

"Saya heran dengan langkah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang akan menghapus pelaksanaan UN ini," kata Anang dalam wawancara di Jember, Jawa Timur, Senin (28/11/2016).

Lanjut politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini, ide tersebut agaknya belum terkonsolidasi dengan matang di internal pemerintah.

"Sikap Pak Wapres Jusuf Kalla tidak setuju penghapusan UN. Itu artinya, di internal pemerintah saja tidak kompak soal ide penghapusan UN. Saya sarankan, rapatkan dulu di internal pemerintahan, kaji secara matang baru uji publik," kata Anang.

Memang, masih kata Anang, rencana penghapusan UN tersebut mendapat banyak aspirasi dari konstituennya. Tetapi, di sisi lain, tidak sedikit orangtua yang telah mengalokasikan anggaran untuk bimbingan belajar kepada anak-anaknya untuk menghadapi UN.

"Banyak kegelisahan para orangtua yang muncul setelah pernyataan Mendikbud soal penghapusan UN," ungkap suami penyanyi Ashanty ini.

Anang menilai, rencana penghapusan UN tersebut menunjukkan bahwa agenda prioritas Mendikbud justru semakin tidak fokus.

"Sebab masih banyak persoalan lain yang belum dituntaskan oleh pemerintah, mulai dari sarana prasarana, peningkatan SDM (sumber daya manusia) guru, kurikulum, dan sejumlah persoalan lain," ungkapnya.

Untuk itu, dia berharap agar Mendikbud lebih fokus dalam bekerja sehingga bisa dipetakan, persoalan apa saja yang harus segera dituntaskan.

"Jangan lompat- lompat begini, diselesaikan satu persatu," harap musisi asal Jember ini.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X