Komposer Tya Subiakto Gubah Pidato Agus Yudhoyono Jadi Karya Musik

Kompas.com - 10/02/2017, 18:37 WIB
Tya Subiakto usai peluncuran video KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENGTya Subiakto usai peluncuran video
|
EditorKistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com - Penata musik kawakan, Tya Subiakto, menggubah pidato politik ketiga calon gubernur DKI Jakarta, Agus Harimurti Yudhoyono ( AHY), menjadi karya musik.

Ini sebagai bentuk dukungannya terhadap calon nomor satu itu.

Sebagai informasi, pidato politik ketiga Agus itu disampaikannya di Balai Kartini, Minggu (27/11/2017) lalu.

"Saya terinspirasi oleh pidato-pidato Mas Agus. Yang paling menginspirasi saya adalah pidato politiknya yang ketiga," ujarnya dalam wawancara di AHY Command Center (ACC), Wijaya I, Jakarta Selatan, Jumat (10/2/2017).

"Saya melihat Mas Agus gerilya sendiri, dia turun ke lapangan, bener-bener mendengarkan keluhan, ketakutan, dan kecemasan masyarakat. Karena itu saya mendukung Mas Agus dengan membuat ini (musik)," tambahnya.

Karya Tya itu kemudian dikemas dalam bentuk klip video, di mana ada 18 pesohor hiburan Tanah Air mengucapkan penggalan pidato itu dengan iringan musik.

Mereka di antaranya, Eko Patrio sebagai inisiator, Naga "Lyla", Satrio "Alexa", Pasha "Ungu", Dede Yusuf, Anang Hermansyah, Lucky Hakim, Azerty Bilbina, Venna Melinda, dan lainnya.

"Kami melakukan freestyle mengekspresikan pidato mas Agus sesuai dengan karakter masing-masing," ujar Tya.

Peraih trofi FFB sebagai Penata Musik Terpuji untuk film Sang Pencerah ini mengaku membutuhkan waktu lima jam memilah pidato Agus untuk kemudian digubah menjadi lirik musik.

"Saya memilih pidato ketiga karena bener-bener langsung mengena dengan suara saya, terpatri dalam hati. Menurutku wah gilang ini greng nih," ucap Tya.

"Keseluruhan pembuatan musik, shooting video, dan mixing, itu lima hari. Saya sudah terbiasa bekerja cepat," lanjut Tya.

Eko menimpali, musik video tersebut sebagai salah satu cara menyuarakan dukungan sejumlah pelaku industri hiburan Tanah Air.

"Kami memberikan cara yang terbaik agar programnya mas Agus dan mpok Sylvi tersampaikan. Maka pekerja seni punya inisiatif bikin video clip. Di-support oleh teman-teman Mas Agus yang di dunia seni," kata Eko.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X