Iwa K Jadi Tersangka, Kuasa Hukum Ajukan Permohonan Rehabilitasi

Kompas.com - 01/05/2017, 13:14 WIB
Penyanyi rap Iwa K tampil dalam The 90s Big Reunion Festival 2015 di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (7/11/2015). KOMPAS.com/DIAN REINIS KUMAMPUNGPenyanyi rap Iwa K tampil dalam The 90s Big Reunion Festival 2015 di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (7/11/2015).
|
EditorKistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyanyi rap Iwa K telah ditetapkan sebagai tersangka kasus kepemilikan ganja.

Kuasa hukummya, Chris Sam Siwu, mengatakan bahwa pihaknya sudah mengajukan surat permohonan rehabilitasi ke Polresta Bandara Soekarno-Hatta.

Sebagai informasi, Iwa ditangkap di Terminal 1A Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (29/4/2017), karena kedapatan membawa rokok berisi ganja.

[Baca juga: Kronologi Penangkapan Iwa K di Bandara Soekarno-Hatta]

"Proses pertama tetap mengajukan rehabilitasi dulu. Sampai menunggu proses hukum," kata Chris saat dihubungi Kompas.com via telepon, Senin (1/5/2017).

Chris mengatakan, sebenarnya pengajuan itu sudah ia lakukan sejak Sabtu (29/4/201) lalu atau pada hari yang sama dengan penangkapan kliennya.

"Udah kami ajukan dari pihak keluarga dan kuasa hukum untuk proses rehabilitasi itu, per Sabtu malam. Surat kan sudah kami sampaikan ke polres dan mereka mengajukan itu ke pihak BNN. Apakah surat itu sudah ditindaklanjuti apa belun, ya kami tunggu. Kan tadi mereka baru gelar ya," ucapnya.

[Baca juga: Iwa K Ditetapkan Menjadi Tersangka dalam Kasus Narkoba]

Jika diterima, maka Iwa harus menjalani tes assessment atau pemeriksaan kadar kecanduan di Badan Narkotika Nasional (BNN) terlebih dulu.

"Udah pasti pengajuan rehabilitasi itu diawali sama proses assessment dulu. Jadi setelah setelah itu ada hasilnya apakah dia bisa direhab atau tidak, rekomendasinya apa. Jadwalnya belum, saya tanya dulu," kata Chris.

Dihubungi terpisah, Kasat Narkoba Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Kompol Martua Raja Silitonga, mengatakan bahwa surat permohonan rehabilitasi terhadap Iwa tersebut baru akan mereka kirim ke BNN pada Selasa (2/5/2017).

[Baca juga: Kata Kuasa Hukum soal Alasan Iwa K Pakai Ganja]

"Memang surat sudah diterima resmi dari keluarga kepada kami. kemudian kewajiban kami mengakomodasi, tapi besok baru dikirim untuk pelaksanaan proses assessment, karena hari ini libur," katanya.

"Selasa akan dikirim ke BNN untuk menganalisa profiling dari kami untuk masalah penyalahgunaan narkotika," tambah Martua.

Hari ini, Iwa resmi menyandang status sebagai tersangka atas kepemilikan ganja seberat 1,5 gram yang terkandung dalam tiga linting rokok miliknya.

Kompas TV Keluarga Iwa K Upayakan Rehabilitasi



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X