Belajar dari Film, Memaafkan Sebelum Ramadhan

Kompas.com - 26/05/2017, 15:21 WIB
Ilustrasi. Ilustrasi.
|
EditorSri Noviyanti

KOMPAS.com - Satu hadiah yang bisa kamu berikan kepada diri sendiri adalah memaafkan. Demikian kutipan yang diungkapkan Maya Angelou, penulis puisi dan skenario keturunan Afrika-Amerika.

Memaafkan bukan hal yang mudah, terutama bila hubungannya dengan diri sendiri. Akan tetapi dengan memaafkan, hidup menjadi lebih tenang. Terlebih lagi saat menyambut bulan suci Ramadhan.

Coba tonton dua film nasional yang tengah tayang di bioskop sebelum memulai ibadah puasa dengan hati yang lebih lapang. Kedua film yang sarat makna ini akan mengaduk emosi hingga menuju titik akhir: sebuah pelajaran mengenai keikhlasan.

Adalah Critical Eleven yang bisa mengajak penonton untuk belajar memaafkan dan berdamai dengan diri sendiri.

Film yang diangkat dari novel berjudul sama karangan Ika Natassa ini menceritakan tentang kehidupan asmara Tanya Baskoro (Anya) dan Aldebaran Risjad (Ale).

KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Dua pemeran utama film Critical Eleven, Reza Rahardian dan Adinia Wirasti, dibadaikan ketika mempromosikan film mereka di kantor Redaksi Kompas.com di Jakarta pada Selasa (9/5/2017). Film Critical Eleven diangkat dari novel karya Ika Natassa.

Kisah cinta mereka yang dimulai dari sebuah perkenalan di dalam pesawat berujung pada pernikahan. Sayangnya, seiring berjalan waktu sebuah musibah datang menghantam kehidupan rumah tangga Ale dan Anya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kekuatan cinta, kebesaran hati, dan kelapangan dada keduanya benar-benar diuji. Rupanya, hanya ada satu solusi untuk mengatasi masalah ini, yakni Berdamai dan memaafkan diri sendiri.

Film selanjutnya adalah Ziarah karya sutradara BW Purwa Negara. Siapa sangka, film yang tidak dibintangi artis terkenal ini berhasil meraih dua penghargaan dalam ASEAN International Film Festival and Awards (AIFFA) 2017, yakni Best Screenplay dan Special Jury Award.

Special Jury Award diberikan atas penampilan Mbah Ponco Sutiyem yang begitu luar biasa ketika memerankan sang tokoh utama, Mbah Sri.

Facebook Film Ziarah Film Ziarah, dibintangi oleh Mbah Ponco Sutiyem dengan sutradara BW Purba Negara. Film ini mendapatkan berbagai nominasi penghargaan.

Film yang dialognya menggunakan bahasa Jawa itu sepenuhnya menceritakan kisah perjalanan Mbah Sri mencari makam suaminya, Prawiro (terkadang dilafalkan Pawiro) Sahid yang gugur saat Agresi Militer Belanda II pada 1948.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.