"Critical Eleven": Rentang Emosi Adinia Wirasti dan Reza Rahadian

Kompas.com - 16/05/2017, 16:50 WIB
Dua pemeran utama film Critical Eleven, Reza Rahardian dan Adinia Wirasti, dibadaikan ketika mempromosikan film mereka di kantor Redaksi Kompas.com di Jakarta pada Selasa (9/5/2017).  Film Critical Eleven diangkat dari novel karya Ika Natassa. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMODua pemeran utama film Critical Eleven, Reza Rahardian dan Adinia Wirasti, dibadaikan ketika mempromosikan film mereka di kantor Redaksi Kompas.com di Jakarta pada Selasa (9/5/2017). Film Critical Eleven diangkat dari novel karya Ika Natassa.
EditorAti Kamil

JAKARTA, KOMPAS.com -- Critical Eleven termasuk film dengan rentang emosi yang sangat luas. Mulai dari emosi ekstrem bahagia sampai ekstrem sedih mendekati depresi.

Di situlah kesulitan seorang aktor ataupun aktris dalam memerankan tokoh dalam film.

Reza Rahadian dan Adinia Wirasti terbilang sukses merentang emosi yang demikian lebar itu.

Baca juga: Formula Baru ala Reza Rahadian-Adinia Wirasti untuk Critical Eleven

Sampai dengan setengah film, emosi yang dibangun adalah kebahagiaan. Terutama ketika Ale (Reza Rahadian) dan Anya (Adinia Wirasti) menikmati masa-masa bulan madu dan pindah ke Amerika Serikat.

Ketika bertemu dan menikah, kehidupan mereka berubah total.

Anya seorang perempuan pintar, berwawasan luas, cantik, anggun, mandiri, yang bekerja sebagai konsultan sehingga sebagian besar hidupnya habis di jalan, lebih tepatnya di bandara dan pesawat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Adinia Wirasti, Critical Eleven, dan Kesulitan Berlapis-lapis

Adapun Reza seorang pria mapan, sedikit pemberontak, insinyur perminyakan yang kerjanya juga melanglang buana dari satu tempat pengeboran ke tempat pengeboran lain.

Menikah dengan Anya membuatnya memiliki tempat pulang yang sesungguhnya. Inilah masa-masa bahagia itu yang tersaji indah hingga hampir setengah film.

Drama mulai muncul ketika harapan pengantin muda ini kandas. Muncul kecenderungan menyalahkan diri sekaligus menyalahkan orang lain. Sedih, marah, haru, dingin, hambar tergambar dengan bagus pada sisa film.

Jika hanya mengandalkan dialog, emosi itu tidak begitu terwakili meskipun muncul dialog dengan nada tinggi.

Baca juga: Critical Eleven Bikin Reza Rahadian Terbawa Perasaan

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.