Ridho "Slank": Musisi Jalanan Bukan Preman Berkedok Pengamen

Kompas.com - 05/06/2017, 19:18 WIB
Ridho Slank diabadikan di gedung Kemendikbud, Jakarta Selatan, Senin (5/6/2017) sore. KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENGRidho Slank diabadikan di gedung Kemendikbud, Jakarta Selatan, Senin (5/6/2017) sore.
|
EditorIrfan Maullana

JAKARTA, KOMPAS.com - Gitaris grup band Slank, Ridho Hafiedz, sangat menyayangkan citra musisi jalanan di Indonesia yang sering dipandang negatif oleh sebagian orang. Mereka menjadi tak diapresiasi selayaknya seniman.

Menurut Ridho, semua itu karena sikap beberapa orang yang tak berkelakuan sebagai seorang musisi jalanan.

"Sekarang preman berkedok pengamen ada aja. Dengan tepuk-tepuk tangan, mereka pikir itu bagian dari seni. Kadang orang lagi makan, mereka suka maksa. Itu pengamen? Itu musisi? Saya pikir bukan itu ya, harusnya mereka tidak kayak begitu," kata Ridho dalam wawancara di Kemendikbud, Jakarta Selatan, Senin (5/6/2017) sore.

Baginya, musisi jalanan adalah orang-orang yang betul-betul punya bakat seni. Bukannya mendatangi orang, lalu tak berhenti bernyanyi sampai diberi uang. Begitu mendapatkan yang mereka mau, langsung menghentikan nyanyian kemudian lanjut ke orang lain.

Musisi jalanan yang sebenarnya, lanjut Ridho, hanya perlu berdiri di sudut-sudut jalan tertentu, memainkan musik, hingga orang-orang datang dengan sendirinya dan ikhlas memberi mereka uang sebagai tanda apresiasi.

"Orang yang memberi tidak berangkat dari intimidasi, orang mengapresiasi akhirnya memberi. Bukannya nyamperin terus begitu dikasih uang, selesai, jadinya orang kasih uang cuma buat (nyanyiannya) selesai. Jadi menurut saya attitude seperti itu mesti diubah," kata Ridho.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Konsep pengamen atau musisi jalanan harus dinaikkan lagi derajatnya. Musisi jalanan atau pengamen itu bukan nyamper-nyamperin orang, harusnya mereka mangkal, dan berekspresi saja. Selama ini gue lihat pengamen itu hanya sebatas nyanyi, dapat uang, cabut," ujar Ridho.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.