Chester Bennington "Linkin Park" Alami Kekerasan Seksual di Masa Kecil

Kompas.com - 21/07/2017, 10:38 WIB
EditorKistyarini

KOMPAS.com - Dunia musik dikejutkan dengan kabar kematian vokalis band Linkin Park, Chester Bennington.

Ia mengakhiri hidupnya dengan cara menggantung diri di rumahnya di Palos Verdes Estates, California, pada Kamis (20/7/2017) sekitar pukul 09.00 pagi. Jenazahnya ditemukan oleh seorang pegawainya.

Bennington dilahirkan di Phoenix, Arizona, pada 20 Maret 1976. Ia mengalami masa kecil yang buruk yang menimbulkan trauma hingga masa dewasanya.

Orangtuanya bercerai ketika ia berusia 11 tahun. Ia kemudian tinggal dengan ayahnya, yang merupakan polisi dalam kasus-kasus kejahatan seksual terhadap anak.

Bertahun-tahun kemudian Bennington mengungkap bahwa sejak usia 7 tahun ia menjadi korban kejahatan seksual yang dilakukan seorang temannya yang lebih tua.

"Saya dipukuli dan dipaksa melakukan hal-hal yang saya tidak ingin lakukan," tuturnya kepada majalah musik Kerrang! pada 2008.

"Hal-hal itu membuat saya kehilangan kepercayaan diri. Seperti kebanyakan orang, saya takut berbicara. Itu pengalaman yang sangat mengerikan. Kekerasan seksual itu berlanjut sampai saya berumur 13 tahun," tuturnya.

Pada akhirnya ia berterus terang kepada ayahnya. Namun dia memutuskan tidak melanjutkan kasus itu ke ranah hukum setelah tahu bahwa pelakunya juga seorang korban.

"Saya tidak butuh balas dendam," kata Bennington kepada Guardian tentang hal itu.

Korban "bullying"

Namun trauma akibat kekerasan itu terus menghantuinya. Ia pun mencari pelarian di obat-obatan terlarang.

Pada usia muda, ia mulai mengonsumsi ganja, opium, kokain, sabu, hingga LSD. Itu masih ditambah dengan minum minuman keras.

Masa SMA juga tidak lebih baik. Ia menjadi korban perundungan (bullying) karena fisiknya.

"Saya dipukuli hanya karena saya kurus dan berpenampilan berbeda," tutur Bennington.

Pada usia 17 tahun ia pun tinggal bersama ibunya. Ketika tahu putranya mengonsumsi narkoba, ibunya pun mengurungnya di dalam rumah.

Bennington mulai mengenal musik menjelang akhir SMA di Phoenix. Ia bergabung dengan band Grey Daze dan sempat menelurkan tiga album antara 1993 hingga 1997. Namun band itu tidak sukses.

Pada tahun 1996 ia memiliki anak lelaki, Jaime, dari pacarnya Elka Brand. Belakangan, pada tahun 2006, ia mengadopsi saudara tiri Jaime, Isaiah.

Pada tahun yang sama Bennington menikah dengan Samantha Marie Olit. Untuk menghidupi keluarganya, ia bekerja di sebuah perusahaan layanan digital sambil terus bermain band.

Tak kunjung mendulang kesuksesan di dunia musik, Bennington menyerah. Sampai akhirnya ia bertemu Jeff Blue, Vice President A&R di Zomba Music di Los Angeles.

Atas saran Blue, ia mengikuti audisi band Xero yang mencari vokalis. Pada 1999 ia pun bergabung dengan Mike Shinoda, Brad Delson, Rob Bourdon, dan Joe Hahn.

Era Linkin Park

Xero akhirnya mengubah namanya menjadi Linkin Park, untuk menghormati Lincoln Park di Santa Monica.

Dengan Linkin Park, Bennington merasakan kesuksesan di belantika musik. Bahkan band itu kemudian bisa menjadi salah satu band papan atas dunia.

[Baca juga: Vokalis Chester Bennington Linkin Park Meninggal Dunia]

Bennington bercerita banyak lagu dalam album Hybrid Theory (2001) bertutur tentang gejolak emosionalnya sebagai dampak masa kecil yang buruk.

"Kita mudah sekali mengasihani diri sendiri, dari situlah inpirasi lagu 'Crawlin'. Saya tidak bisa menerima diri sendiri," tuturnya kepada majalah Rolling Stone pada 2002.

"Namun lagu itu juga tentang bertanggung jawab atas tindakanmu. Saya tidak menunjuk 'anda'. Lagu itu bicara tentang bahwa saya sendirilah yang menyebabkan seperti ini," lanjut Bennington.

[Baca juga: Mike Shinoda Terguncang Dengar Kabar Vokalis Linkin Park Meninggal ]

Kesuksesan bersama Linkin Park ternyata tidak berhasil menyembuhkan luka batin dan emosional Bennington.

Tiga tahun setelah kelahiran putrinya, Draven Sebastian Bennington pada 2002, ia bercerai dengan Olit.

Kecanduannya pada narkoba dan alkohol muncul lagi ketika Linkin Park menjalani tur. Ia pernah mengatakan kepada Kerrang! dalam wawancara pada 2011 bahwa pada satu titik hidupnya dikuasai alkohol.

[Baca juga: Vokalis Linkin Park Meninggal karena Gantung Diri]

Dalam beberapa tahun terakhir ia bisa mengatasi ketergantungannya pada narkoba dan minuman keras.

"Saya menjadi peminum dalam enam tahun terakhir. Saya tidak mau lagi jadi seperti itu," katanya pada 2011.

Saat itu sudah menikah dengan dengan seorang model Playboy, Talinda Bentley. Dari pernikahan itu ia memiliki tiga anak, Tyler Lee Bennington yang lahir pada 2006 dan si kembar Lily dan Lila yang lahir pada 2011.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber People
 

Konten pilihan untukmu

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.